Dalam kegiatan yang menyasar anak-anak usia sekolah dasar ini, materi edukasi antikorupsi dikemas secara sederhana dan menyenangkan. Anak-anak diajak memahami pentingnya nilai kejujuran, tanggung jawab, serta menjauhi tindakan yang merugikan orang lain seperti mencuri dan berbohong.
Ekayanti menjelaskan, pembelajaran mengacu pada ajaran Hindu, khususnya Panca Yama Brata yang menekankan pengendalian diri dan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. “Penanaman karakter harus dimulai sejak kecil. Dengan memahami Dharma, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat dan kesadaran antikorupsi, sehingga kelak mereka menjadi penerus bangsa yang disiplin serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan dalam setiap langkah kehidupan.
Ni Wayan Ekayanti, menjelaskan pentingnya pendidikan karakter berbasis nilai-nilai agama Hindu dalam membentengi anak-anak dari perilaku koruptif di masa depan. Ekayanti memperkenalkan ajaran Panca Yama Brata, sebagai pedoman pengendalian diri secara lahiriah untuk menghindari tindakan yang melanggar susila.
“Panca Yama Brata adalah ajaran dasar dalam Hindu yang berisi lima pengendalian diri. Jika dipahami sejak kecil, anak-anak akan mampu menjauhi tindakan curang dan tumbuh menjadi generasi yang jujur serta bertanggung jawab,” ungkap Ekayanti.
Ia merinci lima nilai utama dalam Panca Yama Brata, yaitu Ahimsa: tidak menyakiti makhluk lain dan menghindari kekerasan. Satya: menjunjung kebenaran dan kejujuran dalam ucapan maupun tindakan. Asteya: tidak mengambil yang bukan haknya atau mencuri. Brahmacari: mengendalikan nafsu serta fokus pada belajar dan menuntut ilmu. Aparigraha/Awyawaharika: menghindari keinginan duniawi yang berlebihan dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan dharma
Menurut Ekayanti, kelima nilai tersebut sangat relevan sebagai pondasi pendidikan antikorupsi. “Anak-anak harus diajak memahami bahwa kejujuran itu mulia dan berlaku dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sekolah hingga lingkungan rumah,” tegasnya.
Melalui edukasi berbasis nilai keagamaan dan budaya lokal, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi penerus yang disiplin, berintegritas, serta menjunjung tinggi dharma dalam kehidupan bermasyarakat.