Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Duta Anti Korupsi Kemenag Gianyar Tanamkan Nilai Kejujuran pada Siswa SD di Tampaksiring.

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 26 November 2025 | 03:32 WIB
PENYULUHAN : Duta Anti Korupsi Kemenag Gianyar, Ni Wayan Ekayanti, bersama Penyuluh Agama Hindu Kecamatan Tampaksiring saat melaksanakan penyuluhan.
PENYULUHAN : Duta Anti Korupsi Kemenag Gianyar, Ni Wayan Ekayanti, bersama Penyuluh Agama Hindu Kecamatan Tampaksiring saat melaksanakan penyuluhan.
 
BALIEXPRESS.ID – Upaya pencegahan korupsi sejak dini terus digencarkan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gianyar. Salah satunya melalui kegiatan bimbingan penyuluhan tatap muka yang dilaksanakan oleh Duta Anti Korupsi Kemenag Gianyar, Ni Wayan Ekayanti, bersama Penyuluh Agama Hindu Kecamatan Tampaksiring di Balai Adat Desa Adat Tarukan, Pejeng Kaja, Senin (24/11).

Dalam kegiatan yang menyasar anak-anak usia sekolah dasar ini, materi edukasi antikorupsi dikemas secara sederhana dan menyenangkan. Anak-anak diajak memahami pentingnya nilai kejujuran, tanggung jawab, serta menjauhi tindakan yang merugikan orang lain seperti mencuri dan berbohong.

Baca Juga: Perkuat Kondusivitas Pariwisata Bali di Akhir Tahun, Gojek dan Polda Bali Gelar Sinergi Inklusif Bersama Komunitas Mitra Driver Bali

Ekayanti menjelaskan, pembelajaran mengacu pada ajaran Hindu, khususnya Panca Yama Brata yang menekankan pengendalian diri dan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. “Penanaman karakter harus dimulai sejak kecil. Dengan memahami Dharma, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat dan kesadaran antikorupsi, sehingga kelak mereka menjadi penerus bangsa yang disiplin serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan dalam setiap langkah kehidupan.

Ni Wayan Ekayanti, menjelaskan pentingnya pendidikan karakter berbasis nilai-nilai agama Hindu dalam membentengi anak-anak dari perilaku koruptif di masa depan. Ekayanti memperkenalkan ajaran Panca Yama Brata, sebagai pedoman pengendalian diri secara lahiriah untuk menghindari tindakan yang melanggar susila.

“Panca Yama Brata adalah ajaran dasar dalam Hindu yang berisi lima pengendalian diri. Jika dipahami sejak kecil, anak-anak akan mampu menjauhi tindakan curang dan tumbuh menjadi generasi yang jujur serta bertanggung jawab,” ungkap Ekayanti.

Baca Juga: Bank BPD Bali Dukung Penyaluran Program Kredit Perumahan, Jadi Katalis Penting Bagi Penguatan Ekonomi Daerah

Ia merinci lima nilai utama dalam Panca Yama Brata, yaitu Ahimsa: tidak menyakiti makhluk lain dan menghindari kekerasan. Satya: menjunjung kebenaran dan kejujuran dalam ucapan maupun tindakan. Asteya: tidak mengambil yang bukan haknya atau mencuri. Brahmacari: mengendalikan nafsu serta fokus pada belajar dan menuntut ilmu. Aparigraha/Awyawaharika: menghindari keinginan duniawi yang berlebihan dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan dharma

Menurut Ekayanti, kelima nilai tersebut sangat relevan sebagai pondasi pendidikan antikorupsi. “Anak-anak harus diajak memahami bahwa kejujuran itu mulia dan berlaku dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sekolah hingga lingkungan rumah,” tegasnya.

Melalui edukasi berbasis nilai keagamaan dan budaya lokal, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi penerus yang disiplin, berintegritas, serta menjunjung tinggi dharma dalam kehidupan bermasyarakat.

Editor : Putu Agus Adegrantika