BALIEXPRESS.ID – Kepengurusan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pemuda Tani Indonesia Provinsi Bali periode 2025–2030 resmi dikukuhkan pada Senin (24/11).
Acara pelantikan berlangsung khidmat di Gedung Nusantara, Universitas Udayana, sekaligus menandai babak baru penguatan peran generasi muda di sektor pertanian Bali.
Pemuda Tani Indonesia merupakan organisasi kepemudaan yang fokus pada regenerasi petani, pengembangan agribisnis, serta advokasi kebijakan pertanian menuju terwujudnya kedaulatan pangan nasional yang berkelanjutan.
Agenda pelantikan ini menjadi penutup dari rangkaian kegiatan besar Pemuda Tani Indonesia di Bali.
Baca Juga: Doli Diciduk Polisi Usai Ambil Tempelan Sabu di Bangli, Sebut Nama Banana
Sebelumnya telah dilakukan pelantikan serentak Dewan Pengurus Cabang (DPC) kabupaten/kota se-Bali yang kemudian dilanjutkan dengan Musyawarah Daerah Luar Biasa (MUSDALUB) untuk menyelaraskan arah kerja organisasi lima tahun mendatang.
Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Bali terpilih, Komang Tangkas Perwira Negara, S.Kom MMSI., SE., Ak., menyebut keterlibatannya di organisasi ini membuka ruang bagi ide-ide baru.
“Saat saya mendapat kesempatan untuk mimpin Pemuda Tani Indonesia di Bali, saya merasa organisasi ini sejalan dengan usaha saya. Disamping itu, saya merasa backbone pariwisata kita adalah budaya dan kebudayaan kita adalah masyarakat petani. Saya meyakini Pemuda Tani ini bisa menjadi jembatan yang tepat untuk berkontribusi kepada kebaikan pertanian di Bali,” ungkapnya.
Tangkas menegaskan tekadnya menjadikan Pemuda Tani Indonesia sebagai motor penguatan usaha tani di Bali.
Baca Juga: Suwirta Dikaitkan dengan Lift Kaca Pantai Kelingking, Pastikan Tak Terlibat Proses Perizinan
“Perubahan konkrit yang saya targetkan adalah penguatan usaha tani dimulai dari anggota Pemuda Tani Indonesia Bali, bekerjasama dengan satgas bidang-bidang terkait dari DPP kami. Seperti misalnya ada peluang dan pembinaan agar petani melon bisa mensupplai pasar di Jawa. Kemudian membentuk kelompok budidaya ikan nila untuk mahasiswa. Kami juga akan mengadakan sekolah tani yang tujuan akhirnya menciptakan wirausaha tani di kalangan pemuda,” tuturnya.
Sebelum MUSDALUB digelar, Pemuda Tani Indonesia Bali bersama Fakultas Pertanian Universitas Udayana menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Kedaulatan dan Intensifikasi Jagung Bali dalam Mewujudkan Astacita Presiden Indonesia.”
Seminar ini mempertemukan akademisi dan praktisi untuk membahas potensi jagung lokal Bali sebagai komoditas strategis dalam menopang ketahanan pangan nasional.
Tangkas menilai pelantikan ini menjadi titik awal gerakan nyata di lapangan.
“Kami mengharapkan bali bisa berdaulat jagung kedepannya salah satunya untuk kebutuhan ternak di Bali. Jagung sangat dibutuhkan sebagai pakan ternak dan harga jagung sangat berpengaruh terhadap biaya pakan yang pada akhirnya berdampak pada harga hasil ternak seperti telur. Sementara telur sebagai kebutuhan protein hewani yang paling terjangkau dimasyarakat perlu dijaga produksi dan harganya,” ujarnya.
Kerja sama ini juga diarahkan untuk mendorong intensifikasi jagung di Bali agar mampu memenuhi kebutuhan pakan lokal.
Baca Juga: Ops Zebra Agung 2025, Personel Polres Gianyar Serukan Tertib Berlalu Lintas
Peran akademisi diharapkan mempercepat penelitian varietas jagung yang cocok dengan kondisi agroklimat Bali, sementara mahasiswa disiapkan sebagai garda terdepan dalam pengembangan varietas hingga tahap implementasi, sekaligus membuka peluang mereka menjadi wirausaha tani muda.
Serangkaian kegiatan hari ini menunjukkan kesiapan organisasi untuk bergerak secara terstruktur.
Dengan telah dilantiknya pengurus DPC di seluruh kabupaten/kota, penyebaran program pertanian modern dinilai dapat lebih cepat menjangkau wilayah Bali.
Acara pelantikan turut dihadiri Sekjend DPP Pemuda Tani Indonesia, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana, perwakilan Pemerintah Provinsi Bali, DPRD Bali, akademisi, hingga kader Pemuda Tani dari berbagai daerah.
Dengan kepengurusan baru, Pemuda Tani Indonesia Bali menargetkan lahirnya lebih banyak agropreneur muda yang melek teknologi dan mampu bersaing menghadapi tantangan krisis pangan global.
Para pengurus yang berlatar belakang usaha pertanian diyakini dapat membawa pendekatan bisnis yang lebih kuat sehingga mampu menaikkan nilai ekonomi petani Bali.
“Pengurus yang dilantik hari ini adalah para pelaku usaha tani yang progresif dan inovatif. Kami bukan sekadar berorganisasi, tetapi kami adalah praktisi yang mengerti betul tantangan di lapangan. Karena itu, kami siap bersinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan pertanian Bali secara konkret, bukan sekadar wacana,” tegas Tangkas.
Tangkas menilai banyak peluang bagi generasi muda untuk menekuni sektor pertanian, terutama jika didukung oleh pendampingan, bimbingan dari pelaku senior, serta praktik ATM (amati, tiru, modifikasi).
Ia meyakini pendekatan ini dapat mendorong minat Gen Z untuk mulai membangun usaha pertanian.
“Menjadi petani, terutama sebagai mata pencaharian utama, membutuhkan kombinasi mentalitas, ketahanan, dan gaya hidup yang sangat spesifik, yang mungkin tidak cocok dengan kebanyakan orang. Tetapi untuk teman-teman yang sudah memiliki ketertarikan pada bidang pertanian, mari kita mengembangkan diri kita, melakukan langkah nyata untuk memulai usaha dibidang pertanian dengan dukungan dari Pemuda Tani Indonesia. Jika kita petani muda bali berkembang maka pertanian Bali niscaya akan bergerak kearah yang positif juga, karena kita adalah perwakilan dari masa depan Bali di bidang pertanian,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah.
Menurutnya, banyak pemuda Bali yang sebenarnya berminat di sektor pertanian, namun masih kesulitan mengakses bimbingan dan permodalan pada fase awal merintis usaha.
Baca Juga: Anggaran Rp 20 Miliar, Pantai Bingin Dirancang Jadi Destinasi Baru
Ketidakstabilan harga komoditas pun membuat pertanian dianggap sebagai sektor berisiko tinggi.
“Padahal banyak juga yang ingin mengembangkan bidang pertanian, sehingga kami berharap Pemerintah dapat membantu dengan memberikan akses permodalan yang mudah diakses teman-teman pengusaha tani serta sama sama menjaga stabilitas harga pasar. Saya juga berharap Pemuda Tani Indonesia bisa menjadi partner bagi pemerintah untuk bersama sama mengembangkan wirausaha tani muda di Bali,” ungkap pemuda yang memiliki usaha ritel hasil pertanian ini.(***)
Editor : Rika Riyanti