Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lomba Ogoh-ogoh 2026, Disbud Wajibkan Undagi Lokal Badung

Putu Resa Kertawedangga • Rabu, 26 November 2025 | 23:03 WIB

Kadisbud Badung, I Gde Eka Sudarwitha.
Kadisbud Badung, I Gde Eka Sudarwitha.

BALIEXPRESS.ID - Lomba ogoh-ogoh bertema Bhandana Bhuhkala dipastikan akan digelar kembali oleh Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung pada tahun 2026.

Meski sejumlah kriteria masih sama dengan yang sebelumnya, ada satu tambahan ketentuan wajib.

Dalam proses pembuatan ogoh-ogoh, sekaa teruna maupun yowana dilarang menggandeng undagi atau arsitek dari luar Kabupaten Badung.

Baca Juga: Pemerintah Tingkatkan Langkah Nasional: Cara Mencegah Anak dari Bahaya Judi Daring (Judi Online)

Hal ini diungkapkan oleh Kadis Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha saat ditemui, Rabu (26/11).

Ia menngaku, lomba ogoh-ogoh tahun 2026 dibarengi dengan sejumlah penyempurnaan kriteria.

Salah satunya undagi atau kreator ogoh-ogoh harus berasal dari Kabupaten Badung.

Baca Juga: DPRD Tabanan Minta Skema Pengelolaan DTW Tanah Lot Sesuai dengan PKS

Kebijakan tersebut pun bukan bermaksud untuk eksklusif, namun sebagai upaya mendorong dan memaksimalkan potensi kreator lokal.

“Kriteria ini maksudnya bukan kita eksklusif. Namun penekanannya adalah yang membuat dari awal, yang mengkreasikan adalah para kreator ogoh-ogoh yang berasal dari wilayah setempat, atau sejauh mungkin di wilayah Kabupaten Badung,” ujar Sudarwitha.

Ia menyatkaan, undagi asal Badung akan menjadi pihak yang merancang, mengkreasikan, dan membentuk ogoh-ogoh sejak awal.

Baca Juga: Koster Optimis Penyediaan 32 Ribu Rumah Layak Huni Rampung Lima Tahun, Pemerintah Pusat Siap Beri Dukungan Bertahap

Namun demikian, para peserta tetap boleh membuka ruang komunikasi dengan seniman atau kreator ogoh-ogoh dari luar daerah Badung.

Asalkan itu berupa masukan ataupun arahan, bukan termasuk ikut langsung terjun dalam pembuatan ogoh-ogoh.

“Tidak menutup kemungkinan misalnya ada komunikasi, ada arahan-arahan dari para perupa ogoh-ogoh di luar Kabupaten Badung, silakan. Namun yang membuat secara fisik, yang mengkreasikan, dan sampai terbentuknya ogoh-ogoh itu adalah para undagi yang bersimbiosa dengan tim di sekaa teruna dan yowana setempat,” jelasnya.

Sudarwitha menerangkan, melalui lomba ini pemerintah ingin memastikan bahwa ogoh-ogoh tidak hanya menjadi karya seni yang akan diarak saat malam Pengerupukan.

Melainkan juga menjadi ruang tumbuhnya kreativitas dan memaksimalkan undagi ogoh-ogoh di Gumi Keris.

“Selain menggunakan undagi lokal, ada juga beberapa kriteria yang disempurnakan. Seperti penggunaan bahan ramah lingkungan, serta utamanya juga terkait dengan kedisiplinan peserta,”terangnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#lomba #ogoh-ogoh #Bhandana Bhuhkala #undagi #badung