Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ayu Putri Suryaningrat, Jro Dalang Perempuan, Berawal Dari Penyiar Radio, Penyuluh Bahasa Bali Hingga Penyuluh Agama

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 27 November 2025 | 03:38 WIB
DALANG : Ayu Putri Suryaningrat, Dalang Perempuan.
DALANG : Ayu Putri Suryaningrat, Dalang Perempuan.

BALIEXPRESS. ID- Berawal dari dunia siar, Ayu Putri Suryaningrat tak pernah menyangka bahwa pekerjaannya sebagai penyiar radio akan mempertemukannya dengan sosok yang mengubah jalan hidupnya. Di salah satu program siaran, ia berkenalan dengan seorang dalang senior dari Padang Sumbu, Denpasar, rekannya sesama penyiar dalam program berbeda.

Sosok almarhum dalang inilah yang pertama kali melihat bakat Ayu dan mendorongnya untuk menekuni dunia pedalangan. Ajakannya membuat Ayu memberanikan diri mengikuti kelas pedalangan yang dibuka oleh Dinas Kebudayaan Kota Denpasar.

“Dari kelas itulah perjalanannya dimulai. Saya belajar langsung dari para guru dalang, termasuk seorang guru pedalangan dari Kesiman yang kemudian banyak membentuk teknik dan karakter pertunjukannya,” terang Ayu Suryaningrat.

Diungkapkan juga proses belajarnya tidak mudah. Ada ujian, proses penempaan mental, hingga pawintenan sebagai seorang dalang yang akhirnya diselesaikannya dengan penuh kesungguhan pada masa itu. Meski demikian, Ayu sempat “gigit jari” karena belum memiliki wayang sendiri semua masih sebatas mimpi dan angan-angan.

Setelah menikah, ia sempat vakum dari dunia pedalangan karena fokus pada kehidupan rumah tangga. Namun kecintaan pada seni tak pernah benar-benar padam. Hingga akhirnya, ketika rezeki menghampiri, ia bisa mewujudkan mimpinya membeli seperangkat wayang milik sendiri sebuah tonggak penting yang menandai kembalinya Ayu sebagai dalang perempuan.

“Perjalanan itu menjadi bukti bahwa niat yang tulus dan kesempatan yang datang pada waktu tepat mampu membuka jalan bagi seseorang untuk menemukan kembali panggilan jiwanya,” tegasnya.

Dia juga menerangkan berawal dari kecintaan pada bahasa, sastra, dan dunia seni, Ayu Suryaningrat menjadi salah satu figur perempuan Bali yang konsisten mengabdikan diri pada pelestarian budaya dan pendidikan. Perjalanan panjangnya terekam dalam daftar riwayat hidup yang sarat pengalaman, prestasi, serta kontribusi bagi masyarakat.

Lahir di Denpasar, 10 November 1988, Ayu menempuh pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi di Bali. Ia meraih gelar Sarjana Sastra Daerah di Universitas Udayana, melanjutkan Akta IV di Universitas Dwijendra, dan kemudian menyelesaikan Magister Linguistik di Universitas Udayana.

Tak hanya berkarier sebagai akademisi, Ayu juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan seminar nasional. Sejak 2007, ia memperdalam kemampuan kebahasaan, kepenulisan, hingga kepenyiaran. Keahliannya sebagai MC dan presenter diperkuat dengan pelatihan profesional yang diikutinya, mengantarkan Ayu tampil sebagai penyiar, presenter televisi, dan pembawa acara di berbagai panggung formal.

 

Kariernya di dunia pendidikan dimulai pada 2011 sebagai pengajar di beberapa SMA di Denpasar. Ayu lalu dipercaya menjadi Penyuluh Bahasa Bali di Dinas Pendidikan Provinsi Bali (2016–2022), hingga kini bertugas sebagai Penyuluh Agama Hindu di Kementerian Agama Kabupaten Klungkung. Bahkan sebelum menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) ia juga pernah menjadi dosen honorer di Universitas Dwijendra selama empat tahun.

Kontribusi Ayu di bidang seni semakin mempertegas sosoknya sebagai perempuan multitalenta. Ia menjadi seniman Drama Gong mewakili Kota Denpasar pada ajang Pesta Kesenian Bali, seniman Gegitan/Gerong, hingga dalang Wayang Lemah yang masih aktif hingga kini.

Pengabdiannya juga terlihat dari perannya sebagai pembina lomba, juri berbagai kompetisi bahasa dan sastra Bali, serta penyusun buku pelajaran Bahasa Bali untuk SD, SMP, dan SMA/SMK.

Prestasinya pun tak sedikit. Sejak 2006, Ayu berkali-kali meraih juara lomba Kekawin, Dharma Wacana, Palawakya, hingga pidato Bahasa Bali tingkat kota hingga provinsi. Pada 2018, ia dinyatakan lulus sebagai Narasumber Nasional mewakili Provinsi Bali oleh Direktorat Pembinaan Guru Dikmen, sebuah pencapaian yang mengukuhkan reputasinya dalam dunia pendidikan.

Dengan rekam jejak yang panjang, Ayu Putri Suryaningrat membuktikan bahwa pelestarian budaya Bali dapat dilakukan melalui banyak cara, mengajar, berkesenian, menjadi narasumber, hingga mencerdaskan generasi muda. Sosoknya menjadi inspirasi bahwa kerja keras, disiplin, dan cinta budaya adalah pondasi penting dalam membangun masa depan Bali.#

Editor : Putu Agus Adegrantika