GPM menjadi program rutin yang dilaksanakan hampir di seluruh wilayah Bali sebagai langkah menjaga stabilitas harga pangan. Sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasaran, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur, bumbu dapur, sayuran, hingga produk olahan UMKM lokal.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, didampingi Ibu Ani Kembang Hartawan, meninjau langsung pelaksanaan program tersebut. Ia memastikan harga yang ditawarkan benar-benar lebih murah dibandingkan harga pasaran.
“Kita pastikan harga di sini lebih murah, sehingga masyarakat benar-benar bisa terbantu,” ujarnya.
Bupati Kembang juga memberikan dukungan kepada pelaku UMKM dengan membeli sejumlah produk yang mereka tawarkan.
Sementara itu, Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Nyoman Widyana Putra, menegaskan bahwa GPM merupakan langkah strategis untuk pengendalian inflasi, menyusul adanya laporan kenaikan harga pangan di beberapa kabupaten, termasuk Jembrana.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk pengendalian inflasi, karena ada laporan bahwa di beberapa kabupaten, termasuk di Jembrana, harganya sudah mulai meningkat,” jelas Widyana.
Beberapa komoditas yang dijual dalam kegiatan ini antara lain beras SPHP Bulog Rp58.000/5 kg, beras medium non-SPHP HET Rp13.500/kg, beras premium HET Rp14.900/kg, minyak goreng Rp15.000/800 ml, gula pasir Rp17.500/kg, bawang merah Rp14.000/½ kg dan bawang putih Rp16.000/½ kg.
“Harga yang kami tawarkan pagi ini lebih murah dari harga pasar,” imbuhnya.
Melalui Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas harga dan mendorong daya beli masyarakat Jembrana menjelang Hari Raya Kuningan. (tor)
Editor : I Putu Mardika