Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jelang Kuningan, Sejumlah Harga Kebutuhan Pokok Meningkat

Putu Resa Kertawedangga • Kamis, 27 November 2025 | 23:51 WIB

Kabag Ekonomi Setda Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati.
Kabag Ekonomi Setda Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati.

BALIEXPRESS.ID - Harga bahan kebutuhan pokok mengalami peningkatan di Kabupaten Badung.

Lonjakan yang terjadi hingga minggu ketiga November 2025 ini dipicu oleh meningkatkan perminaan jelang Hari Raya Kuningan.

Selain itu ada juga akibat pasokan yang datang menipis karena faktor cuaca.

Baca Juga: Adi Arnawa Beri Sinyal Kuat Mutasi di Pemkab Badung

Kabag Ekonomi Setda Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati mengatakan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan signifikan antara lain bawang merah, cabai merah.

Harga bawang merah yang pada Oktober 2025 berada di angka Rp36.500 per Kg naik menjadi Rp40.200 per Kg.

Sementara harga cabai merah besar yang sebelumnya Rp39.400 per Kg kini meningkat menjadi Rp43.600 per Kg.

Baca Juga: PKN Gelar Workshop Nasional di Bali, Matangkan Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

Selain karena tingginya permintaan, ada juga pengaruh cuaca sejak Oktober 2025 di sebagian wilayah Bali dan Nusa Tenggara, seperti Bangli sebagai sentra penghasil bawang merah di Bali.

“Begitu juga harga cabai merah besar meningkat karena pasokan yang terganggu karena cuaca yang kurang kondusif. Pasokan cabai merah besar berasal Bangli dan Tabanan, serta Jawa Timur yaitu Jember dan Banyuwangi," ujar Rosyawati.

Pihaknya menyebutkan, Pemkab Badung telah mengambil langkah-langkah pengendalian agar lonjakan harga tidak berdampak signifikan terhadap inflasi daerah.

Baca Juga: Sambut HUT KORPRI ke-54 dan HUT PGRI ke-80, Pemkab Jembrana Salurkan Santunan Rp207 Juta dan Parsel Rawat Inap

Menjelang Kuningan, pihaknya melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM), program Badung Promo Tani, pemantauan harga dan stok komoditas, serta koordinasi dengan daerah penghasil untuk memastikan kelancaran pasokan.

Bahkan pemerintah telah menyalurkan bantuan stimulus hari raya sebagai antisipasi dampak inflasi.

"Untuk menjaga stabilitas inflasi perlu perhatian serius, terutama untuk menjaga keseimbangan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi serta komunikasi efektif,” ungkapnya.

Meski demikian, dirinya mengaku ada juga komoditas yang mengalami penurunan harga.

Seperti daging ayam ras, telur ayam ras, beras, sabun detergen, dan ikan tongkol.

Hal ini diketahui berdasarkan hasil pemantauan dan laporan pengelola pasar setiap harinya.

“Hasil ini juga kami laporkan kepada TPID Provinsi Bali melalui upload data aplikasi Sigapura,” paparnya.

Disisi lain,  Rosyawati berharap bantuan hari raya, dapat membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

"Bantuan ini diharapkan dapat menjaga daya beli, sekaligus menjadi stimulan agar masyarakat bisa merayakan hari raya dengan layak," imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#Kabupaten Badung #kebutuhan pokok #kuningan