BALIEXPRESS.ID – Ditlantas Polda Bali menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Polantas Menyapa Wisatawan, Tertib Berlalu Lintas Menuju Pariwisata Berkualitas”, Kamis (4/12).
Kegiatan yang berlangsung di Denpasar ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan visi seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas di kawasan wisata.
FGD tersebut diikuti perwakilan Pemprov Bali, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, PUPR, Jasa Raharja, BPTD, PHRI, Organda, hingga Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) beserta Desa Adat dan Pecalang.
Kehadiran beragam unsur ini menunjukkan bahwa keamanan dan ketertiban lalu lintas tak dapat dipikul polisi saja, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat Bali.
Salah satu agenda utama FGD adalah pemaparan mengenai sistem kendali Backoffice Smart Road Safety Policing. Dirlantas Polda Bali Kombespol Turmudi mengatakan, sistem kendali tersebut berbasis teknologi yang kini menjadi tulang punggung pengawasan lalu lintas Polda Bali.
Dengan integrasi CCTV, ETLE, data kecelakaan, serta laporan masyarakat, sistem ini mampu mendeteksi pelanggaran secara cepat dan akurat. Mulai dari pengendara tanpa helm, aksi melawan arus, hingga perilaku berkendara yang ugal-ugalan.
Dirlantas pun menegaskan, bahwa inovasi ini merupakan bagian dari pelayanan modern yang ingin dihadirkan untuk seluruh pengguna jalan, termasuk wisatawan.
“Smart Road Safety Policing adalah instrumen penting dalam membangun budaya tertib di seluruh Pulau Bali. Kami juga ingin setiap wisatawan merasakan layanan lalu lintas yang profesional, modern, dan humanis,” ujarnya.
Pengawasan lalu lintas turut diperkuat melalui Peta Keselamatan Jalan berbasis geospasial. Peta ini menampilkan titik-titik rawan kecelakaan, area dengan tingkat pelanggaran tinggi, kondisi jalan, dan jalur wisata ramai. Dengan konsep one map policy, langkah pencegahan hingga penanganan insiden dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi antarinstansi.
Selain teknologi, Polda Bali juga menekankan pentingnya pelibatan kearifan lokal. Melalui Dinas PMA, Desa Adat, Pecalang, dan komunitas Sipandu Beradat digerakkan untuk membantu edukasi hingga pelaporan gangguan lalu lintas, terutama di kawasan wisata.
"Bali adalah ikon dunia. Dengan teknologi, adat, dan kolaborasi semua pihak, kami memastikan wisatawan merasakan Bali yang aman, tertib, dan selamat. Ini menjadi fondasi untuk pariwisata Bali yang lebih berkualitas dan berkelanjutan, serta mendorong peningkatan kunjungan wisata,” tandasnya.
Kolaborasi berbagai elemen dalam upaya menciptakan ketertiban dan kenyamanan berlalu lintas ini diaperisiasi Perwakilan PMA. “Pelibatan Pecalang dan Desa Adat adalah kolaborasi yang memastikan Bali tetap aman, nyaman, dan tertib bagi setiap wisatawan,” ucap perwakilan PMA.
Seluruh peserta FGD sepakat memperkuat budaya tertib berlalu lintas, memperluas penggunaan teknologi, dan mengoptimalkan peran adat sebagai garda depan keamanan.
Menutup kegiatan, Dirlantas Polda Bali kembali menegaskan arah besar sinergi lintas sektor tersebut. (*)
Editor : I Gede Paramasutha