Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari para pemangku dan serati banten setempat dengan mengusung tema “Sesana Kepemangkuan sebagai Landasan Swadharma Pemangku Hindu.”
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Plt. Kejuruan Brahma Widya, Dr. Drs. I Wayan Gata, M.Pd., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa PkM ini merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Menurutnya, pemberdayaan pemangku dan serati banten menjadi langkah strategis untuk menjaga kualitas pelayanan keagamaan sekaligus merawat tradisi religius masyarakat Bali.
“Peningkatan kapasitas para pelayan umat adalah upaya memastikan keberlangsungan tata keagamaan yang berkualitas, tertib, dan sesuai sastra,” ujar beliau.
Perbekel Desa Bengkala, I Made Astika, turut menyampaikan apresiasi kepada Prodi Teologi Hindu atas penyelenggaraan kegiatan ini.
Ia menilai, pelatihan ini tidak hanya menambah kompetensi para pemangku, tetapi juga memperkuat pemahaman mereka mengenai swadharma, sehingga pelayanan keagamaan di Desa Bengkala dapat berjalan semakin baik dan selaras dengan adat serta kebutuhan masyarakat.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran program ini, karena memberikan dampak langsung pada tata pelayanan keagamaan di desa kami,” katanya.
Ketua Panitia PkM, Dr. I Wayan Titra Gunawijaya, S.Fil.H., M.Ag., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperluas wawasan para pemangku mengenai ajaran Hindu, memperdalam pemahaman swadharma, dan memperkuat kemampuan mereka dalam menjalankan tugas-tugas ritual sehari-hari.
Selama tiga hari, peserta mengikuti pemaparan materi, diskusi aplikatif, serta pendampingan langsung terkait implementasi ajaran agama dalam praktik yadnya.
Selain fokus pada penguatan pemahaman keagamaan, Prodi Teologi Hindu juga melaksanakan pengobatan gratis dan pembagian sembako bagi masyarakat kurang mampu, berkolaborasi dengan Yayasan Ekadanta Bali Dwipa.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata pengabdian yang menyentuh aspek spiritual sekaligus sosial kemasyarakatan.
PkM Prodi Teologi Hindu ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi komunitas Desa Bengkala, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan keagamaan dan pelestarian tradisi Hindu Bali.
Melalui sinergi antara akademisi dan masyarakat adat, IAHN Mpu Kuturan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kontribusi nyata yang relevan dengan kebutuhan umat dan perkembangan ilmu pengetahuan keagamaan Hindu. (dik)
Editor : I Putu Mardika