BALIEXPRESS .ID — Empat remaja asal Desa Bona nyaris kehilangan nyawa setelah terseret arus deras saat memancing di Pantai Cucukan, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Minggu pagi (7/12). Keasyikan mereka menikmati akhir pekan berubah menjadi momen mencekam ketika salah satu dari mereka terseret arus laut yang tengah tinggi.
Peristiwa bermula saat keempat remaja yang rata-rata berusia 15 tahun tersebut memancing di bibir pantai. Ketegangan muncul ketika salah satu kail milik mereka tersangkut batu karang. Berusaha menyelamatkan alat pancingnya, salah satu remaja nekat berenang ke tengah. Namun arus laut yang sangat kuat membuatnya tak mampu kembali ke tepian dan mulai terseret menjauh.
Melihat situasi tersebut, tiga temannya spontan terjun untuk menolong. Sayangnya, upaya penyelamatan justru membuat mereka ikut terseret arus yang sama kuatnya. Dalam sekejap, keempatnya berada dalam kondisi terancam tenggelam.
Beruntung, kejadian tersebut terpantau oleh petugas Balawista BPBD Gianyar yang berjaga di Pos Pantai Cucukan. Tanpa menunggu lama, delapan personel Balawista langsung bergerak melakukan penyelamatan. Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, menyatakan bahwa para petugas bertindak cepat untuk menyelamatkan para remaja tersebut.
“Balawista yang berjaga di Pos Cucukan segera melakukan tindakan penyelamatan. Ada delapan personel yang terjun langsung ke laut untuk mengevakuasi para korban,” jelas Dibya.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Keempat remaja berhasil dievakuasi ke daratan dalam kondisi selamat, meski sempat mengalami syok akibat insiden tersebut.
Atas kejadian ini, BPBD Gianyar kembali mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di pesisir pantai. Kondisi ombak tinggi dan arus yang tidak stabil kerap datang tiba-tiba dan berpotensi membahayakan keselamatan.
“Kami mengingatkan warga agar selalu berhati-hati saat berada di area pantai. Gelombang dan arus laut tidak dapat diprediksi dan bisa membahayakan kapan saja,” tegas Dibya. *
Editor : Putu Agus Adegrantika