BALIEXPRESS.ID— STMIK Bandung Bali kembali menorehkan momen penting dalam perjalanan akademiknya melalui pelaksanaan Wisuda ke-12 yang digelar pada Sabtu, 6 Desember 2025, di Gianyar. Sebanyak 28 lulusan resmi dikukuhkan, terdiri dari 9 lulusan Teknik Informatika dan 19 lulusan Sistem Informasi. Prosesi berjalan khidmat dengan rangkaian akademik, pengukuhan, serta penganugerahan lulusan berprestasi.
Baca Juga: 60 Perempuan Hebat Badung Dikader: PDI Perjuangan Luncurkan Program Penggerak Akar Rumput
Acara ini semakin istimewa berkat kehadiran sejumlah tokoh pendidikan dan mitra industri, di antaranya Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Dr. Ir. Gusti Lanang Bagus Eratodi, ST., MT, Ketua Aptisi Wilayah VIII A Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum, serta perwakilan China–Indonesia Cultural and Education Association, Mr. Hu Haibin, Ph.D. Turut hadir pula pimpinan PT General Energi Bali (GEB), Mr. Yang Jiejun dan Mr. Liu Chuanhe.
Dalam rangkaian wisuda, STMIK Bandung Bali melakukan Penandatanganan MoU dengan China-Indonesia Cultural and Education Exchange Association dan PT General Energi Bali. Kerja sama ini mencakup:
Program peningkatan kompetensi mahasiswa
Peluang magang dan kerja
Kerja sama penelitian
Pengembangan program pertukaran pendidikan berskala internasional
Baca Juga: TPA Suwung Segera Tutup, Pemkab Badung Upayakan Kelola Sampah Sendiri
Langkah ini menegaskan komitmen kampus dalam memperluas akses kolaborasi global dan memperkuat daya saing lulusan di industri teknologi.
Dua mahasiswa dinobatkan sebagai lulusan terbaik:
I Putu Wira Adi Gunawan (Teknik Informatika) – IPK 3.66
Pande Komang Dewi Cahyani (Sistem Informasi) – IPK 3.77
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa aktif untuk terus mengukir pencapaian gemilang.
Baca Juga: Kayoman Pedawa Genap Sembilan Tahun: Gerakan Akar Rumput Penjaga Sumber Air dan Budaya Lokal
Orasi ilmiah disampaikan oleh Hu Haibin, B.Eng., M.Ec., MBA., Ph.D dengan tema “China–Indonesia Industry Education Integration”. Ia menekankan pentingnya integrasi pendidikan dengan industri dalam menghadapi transformasi digital, serta peluang kolaborasi strategis Indonesia–Tiongkok di sektor teknologi.
Ketua STMIK Bandung Bali dalam pidato wisudanya menekankan pentingnya nilai budaya Bali, Catur Guru, dalam membentuk karakter lulusan:
Guru Swadyaya: kekuatan syukur ketika hampir menyerah
Guru Wisesa: taat pada aturan sebagai fondasi kemajuan
Guru Pengajian: bimbingan guru yang membuka jalan perkembangan
Guru Rupaka: hormat kepada orang tua sebagai dasar moral
“Untuk sukses, jaga perilaku dan pola pikir yang benar, maka pintu kesempatan akan terbuka,” pesannya.
Wisuda ke-12 ini menjadi momentum penting bagi STMIK Bandung Bali untuk memperkuat sinergi dengan industri dan institusi internasional. Kampus menegaskan targetnya untuk mencetak lulusan berkompetensi tinggi, berkarakter kuat, dan siap menghadapi dinamika era digital.
Editor : Wiwin Meliana