BALIEXPRESS.ID - Rencana penutupan TPA Suwung pada 23 Desember 2025 menyebabkan Pemkab Badung putar otak.
Terlebih saat ini sampah kiriman mulai muncul di pesisir pantai Kabupaten Badung.
Untuk itu, rencana penutupan TPA Suwung diminta untuk dikaji ulang.
Baca Juga: Puri Kaleran Kangin Bantah Tuduhan Mafia Tanah, Tegaskan Bukti dan Garis Keturunan Sah Secara Hukum
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa mengatakan, telah melakukan sejumlah upaya untuk menangani permasalahan sampah.
Hanya saja dirinya tidak memungkiri Kabupaten Badung masih bergantung dengan TPA Suwung.
“Memang secara faktual, terus terang kami memakai (TPA Suwung) mungkin kami cukup berat,” ujar Adi Arnawa, Rabu (10/12).
Baca Juga: PLN UID Bali Kirim 11 Relawan dan Donasi untuk Percepatan Pemulihan Listrik Pascabanjir di Sumatera
Pihaknya menyebutkan, saat ini sarana dan prasarana di Kabupaten Badung masih memiliki keterbatasan, baik dari TPS3R maupun TPST.
Terlebih dirinya mengaku, volume sampah di Kabupaten Badung tidak dapat dipastikan jumlahnya, apalagi saat ini sudah mulai ada sampah kirikan.
Disisi lain ada juga sampah dari normalisasi sungai yang kini digalakkan oleh Pemkab Badung.
“Dari data yang ada sampah kiriman ini sementara kondisinya belum maksimal (belum puncaknya). Ini sudah 15 ton per hari,” ungkapnya.
Adi Arnawa pun berharap Pemerintah Provinsi Bali mempertimbangkan kembali rencana penutupan penuh TPA Suwung.
Ia menilai kebijakan tersebut perlu dikaji ulang agar tidak menimbulkan dampak yang lebih kompleks.
Terlebih Badung merupakan daerah pariwisata yang sangat menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
“Mudah-mudahan nanti Pak Gubernur juga mempertimbangkan kembali untuk melihat. Walaupun niatan Pak Gubernur itu baik, tapi saya melihat saat ini memang kok kelihatannya belum pas ya itu, belum pas ya,” paparnya.
Dirinya juga berharap, Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dapat segera beroperasi.
Terebih pengoperasiannya akan mengolah 1.500 ton sampah per hari dari Kabupaten Badung dan Kota Denpasar.
“Kami juga sudah dorong membangun TPST di Kuta, harapan kami bisa meminimize permasalahan sampah di Kuta, Tuban, termasuk yang ada di Jimbaran. Saya kira ini sudah berproses,” jelasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga