BALIEXPRESS.ID — Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar kembali melaksanakan bimbingan keagamaan dan keterampilan tradisi kepada para siswa Madyama Widyalaya Rsi Markandya Taro, Tegallalang, Rabu (10/12). Kegiatan ini difokuskan pada pelatihan membuat uparengga yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan yadnya di lingkungan umat Hindu.
Dalam sesi bimbingan tersebut, para siswa laki-laki diberikan materi praktik membuat songkui dan kelakat, dua jenis perlengkapan upacara yang memiliki fungsi penting dalam penyajian sarana persembahyangan. Penyuluh Agama Hindu, I Made Marjana, menjelaskan teknik dasar pembuatan, pemilihan bahan hingga nilai filosofis yang terkandung di dalamnya, sehingga siswa tidak hanya terampil secara praktik namun juga memahami makna yang mendasarinya.
Sementara itu, para siswi mendapatkan materi khusus mengenai pembuatan canang dan kwangen, sebagai sarana persembahan yang digunakan sehari-hari. "Dalam pelatihan tersebut, siswi dibimbing untuk dapat merangkai canang dengan rapi, memahami fungsi setiap unsur, serta melatih ketelitian dalam penyusunan kwangen sebagai simbol kesucian dan ketulusan bhakti, " paparnya.
Sementara Kepala Sekolah Madyama Widyalaya Rsi Markandya Taro, I Made Madriana, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang rutin diberikan oleh Penyuluh Agama Hindu. Ia menyebut pembinaan ini sangat bermanfaat dalam membangun keterampilan dasar beragama sekaligus melestarikan budaya Hindu di kalangan pelajar.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkelanjutan, karena anak-anak membutuhkan pemahaman praktik sekaligus nilai-nilai adiluhung yang terkandung dalam setiap sarana upacara,” ujarnya.
Kegiatan pembinaan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran spiritual dan rasa tanggung jawab generasi muda dalam menjaga tradisi serta melaksanakan ajaran agama secara benar dan berkesinambungan. *
Editor : Putu Agus Adegrantika