Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Janger Galuci, Hiburan Sekaligus Perkenalan Tradisi kepada Kalangan Muda

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 11 Desember 2025 | 03:04 WIB
PENTAS : Penari Janger Galuci saat pentas ngayah di Pura Dalem Kangin, Tegallalang.
PENTAS : Penari Janger Galuci saat pentas ngayah di Pura Dalem Kangin, Tegallalang.

BALIEXPRESS.ID — Tari Janger Desa Adat Tegalsuci kembali mencuri perhatian masyarakat dengan penampilan memukau dalam rangkaian Pujawali di Pura Dalem Kangin, Desa Adat Tegallalang, Selasa (9/12). Kehadiran kesenian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga penegas bahwa tradisi tetap hidup dan berkembang di tengah generasi muda Bali. Sorak antusias warga mengiringi setiap gerak para penari yang tampil penuh semangat.

Janger Galuci, kelompok janger kebanggaan Desa Adat Tegalsuci, merupakan sekaa yang baru dibentuk pada Agustus 2025. Kelompok ini hadir berkat binaan Aliansi Pemuda Hindu Bali (APHB), yang terus mendorong revitalisasi seni-seni tradisi sebagai ruang ekspresi generasi muda. Meski relatif baru, eksistensi Janger Galuci berkembang pesat dan menunjukkan kualitas penampilan yang semakin matang.

Ketua APHB Gianyar, I Wayan Degus Jaya, mengungkapkan rasa bangganya atas progres Janger Galuci yang terus menunjukkan perkembangan positif. Ia menegaskan bahwa kehadiran kelompok seni ini menjadi bukti nyata bahwa anak-anak muda Bali mampu menghidupkan kembali seni tradisi dengan kreativitas dan komitmen yang kuat. “Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut menjadi pelaku pelestari budaya,” ujarnya.

Penampilan di Pujawali Pura Dalem Kangin menjadi panggung keempat bagi Janger Galuci. Dalam pementasan ini, mereka berkolaborasi dengan Sanggar BMW Tegallalang, menampilkan harmoni gerak dan vokal yang memukau. Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas serta memperluas jaringan kesenian di wilayah Tegallalang.

Menurut Degus Jaya, pementasan Janger Galuci diharapkan mampu menginspirasi generasi muda lainnya bahwa Bali memiliki kekayaan seni yang luar biasa. “Kesenian seperti janger bukan hanya hiburan, tetapi juga media untuk mengangkat jati diri dan martabat orang Bali,” jelasnya. 

Ia menambahkan bahwa partisipasi aktif para pemuda dalam seni tradisi merupakan wujud dari rasa bangga terhadap warisan leluhur.

Selain sebagai tontonan, pementasan janger menjadi sarana eksplorasi diri bagi para anggota seke. Mereka diberi ruang untuk mengekspresikan kreativitas sambil tetap berpegangan pada akar tradisi. Dengan demikian, setiap penampilan tidak hanya menampilkan keindahan estetika, tetapi juga membawa pesan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama.

Degus Jaya berharap keberadaan dan konsistensi Janger Galuci dapat memperkaya khazanah budaya Bali, sekaligus memperkuat identitas daerah melalui seni tradisi yang terus dikembangkan. “Jika budaya kita tetap terjaga, maka Bali akan selalu menjadi pulau yang indah, bukan hanya karena alamnya, tetapi juga karena hidupnya berbagai kebudayaan yang diwariskan leluhur,” tutupnya. *

Editor : Putu Agus Adegrantika