BALIEXPRESS.ID – Hujan berintensitas tinggi mengguyur Kabupaten Jembrana menyebabkan sebuah pohon santen berukuran besar tumbang menimpa rumah warga di Banjar Klatakan, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, pada Kamis (11/12/2025) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 Wita. Hujan lebat membuat kondisi tanah menjadi gembur sehingga tidak mampu menahan beban pohon santen setinggi sekitar 25 meter dengan diameter kurang lebih 40 sentimeter.
Pohon itu kemudian tumbang dan menimpa rumah semi permanen serta bangunan WC milik warga bernama Suparmanto.
“Kami menerima laporan dari warga atas nama Gede Suardita pada pukul 23.58 Wita. Tim langsung kami turunkan untuk melakukan kaji cepat dan penanganan darurat di lokasi kejadian,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, Jumat (12/12/2025).
Proses penanganan berlangsung mulai pukul 07.31 Wita hingga 08.25 Wita melibatkan TRC Regu I BPBD Jembrana, Pusdalops, Staf Bidang RR, Bhabinkamtibmas Desa Melaya, PLN Gilimanuk, relawan desa, kepala lingkungan, serta masyarakat setempat.
Hasil kaji cepat BPBD menyebutkan bahwa kerusakan terjadi pada bagian atap rumah dan bangunan WC dengan ukuran rumah terdampak sekitar 6 meter × 8 meter.
Total kerugian ditaksir mencapai Rp645 ribu, terdiri dari kerusakan 250 genteng, 25 batang kayu reng, dan sejumlah paku.
Tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Tim PLN Gilimanuk juga segera mengamankan instalasi listrik di sekitar lokasi untuk mencegah risiko tambahan.
BPBD Jembrana menyebut kebutuhan mendesak bagi korban saat ini meliputi paket sembako, matras, dan terpal.
Dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem, BPBD Jembrana mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap pohon-pohon yang berisiko tumbang, terutama di wilayah rawan dan saat hujan deras.
“Setelah penanganan darurat, kami juga mengoordinasikan tindak lanjut berupa pengajuan permohonan perbaikan ke PMI Kabupaten Jembrana,” tambah Agus Artana. (*)
Editor : I Made Mertawan