Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dukungan Bulat Mengalir, I Made Ariandi Melaju Mulus Pimpin Kadin Bali Periode Kedua

Rika Riyanti • Sabtu, 13 Desember 2025 | 22:38 WIB

PIMPIN KEMBALI: I Made Ariandi tampil dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali yang digelar di Hotel Aryaduta Bali, Jumat (12/12)
PIMPIN KEMBALI: I Made Ariandi tampil dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali yang digelar di Hotel Aryaduta Bali, Jumat (12/12)

 

BALIEXPRESS.ID – I Made Ariandi tampil tanpa pesaing dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali yang digelar di Hotel Aryaduta Bali, Jumat (12/12).

Musprov kali ini mengusung tema “Sinergi Gotong Royong Kadin Bali Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045.”

Dukungan penuh dari seluruh Kadin kabupaten/kota se-Bali membuat langkah Ariandi nyaris tak terbendung. 

Suami Anak Agung Istri Yuli Savita Sari atau yang akrab disapa Gek Yuli itu mengantongi sokongan mutlak dari sembilan Kadin kabupaten/kota, serta asosiasi pemilik suara lainnya.

Baca Juga: Padel: Olahraga Hits atau Sekadar Gaya?

Sinyal kuat kembalinya Ariandi sebagai Ketua Umum Kadin Provinsi Bali masa bakti 2025–2030 disampaikan langsung saat ia membuka Musprov VIII.

Selain mengantongi restu Gubernur Bali Wayan Koster, Ariandi menegaskan bahwa seluruh dukungan telah “terkunci”.

“Kadin Kabupaten/Kota se-Bali 9 dukung, persyaratan bakal calon minimum 4 calon pendukung, saya cek jam 9 malam, Kamis, 11 Desember 2025, jatah jadi syarakat calon ketum Bali sudah habis. 5 tahun lagi saat sudah tidak ada incumbent mungkin bisa mencoba,” ucap Made Ariandi, yang disambut gelak tawa peserta Musprov.

Dalam sambutannya, Ariandi juga mengulas singkat perjalanan awal kepemimpinannya di Kadin Bali.

Baca Juga: AHM Bekali Ribuan Pelajar SMK dengan Teknologi Honda Terbaru

Ia mengenang situasi organisasi pada 2019 yang dilanda dinamika internal hingga akhirnya dipercaya menjadi pelaksana tugas Ketua Kadin Bali.

“2019 Kadin Bali diterjang prahara. Akhirnya Pak Koster tunjuk kami jadi Plt. Hanya 1 tahun 4 bulan, seizin para senior, saya maju, didorong. 2020 saya maju lagi, dapat. Saya menghadap senior, harus 2 periode, saya lanjutkan,” ungkapnya.

Sebagai satu-satunya kandidat, Ariandi telah resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum Kadin Provinsi Bali masa bakti 2025–2030.

Berkas pencalonannya diserahkan langsung ke Sekretariat Panitia Musprov VIII di Denpasar pada Selasa (9/12), dan diterima oleh Ketua Organizing Committee (OC) Anak Agung Bagus Tri Candra Arka alias Gung Cok serta Ketua Steering Committee (SC) Drs. I Gusti Ketut Sukarba, M.M., bersama jajaran SC lainnya.

Proses pendaftaran bahkan disebut berlangsung dengan suasana tegang, menyerupai sidang ujian doktoral di lingkungan perguruan tinggi.

Untuk melaju ke periode kedua, Ariandi hadir didampingi tim sukses dan loyalisnya, di antaranya Candra Salim, Ketut Angpribawa, Made Yudha Wiradhi, I Gusti Wayan Rawan, Jro Gede Wisatama, Hena Sambal, dan Sany Indra Gautama.

Panitia menyatakan seluruh persyaratan pencalonan telah lengkap dan diterima, untuk selanjutnya diputuskan secara resmi dalam forum Musprov VIII pada 12 Desember 2025 di Hotel Aryaduta, Kuta.

Baca Juga: Jimbaran Hijau Gelar Program Apresiasi Hari Guru Nasional untuk Guru-Guru di Lingkungan Jimbaran

Ketua OC Gung Cok menjelaskan bahwa tahapan pendaftaran calon Ketua Umum Kadin Bali telah dibuka secara terbuka sejak Jumat, 2 Desember 2025 melalui surat resmi kepada seluruh asosiasi dan Kadin kabupaten/kota se-Bali.

Namun hingga batas waktu pendaftaran, hanya satu nama yang masuk.

“Pendaftaran masih kami buka sampai Kamis, 11 Desember 2025, tepat pukul 20.00 WITA. Semua proses kami lakukan transparan dan terbuka sesuai AD/ART KADIN,” ujarnya. 

Ia menambahkan, meski syarat minimal dukungan adalah empat Kadin kabupaten/kota, Ariandi justru mendapatkan dukungan dari seluruh kabupaten/kota di Bali.

Baca Juga: PT. JH dan Pansus TRAP Sepakat Jaga Akses Publik: Tetap Jalan, Proyek PT JH Telah Berizin Lengkap

Rekam jejak Ariandi selama lima tahun memimpin Kadin Bali kembali menjadi perhatian.

Sebelum menjadi Ketua Umum, ia pernah menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan dan SDM, lalu ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Ketua Kadin Bali pada 2019.

Pada 2020, ia terpilih secara definitif memimpin Kadin Bali periode 2020–2025.

Selama masa kepemimpinannya, Ariandi dikenal konsisten mendorong penguatan UMKM, ekonomi kerakyatan, serta perlindungan pelaku usaha lokal.

 

Saat pandemi COVID-19 melanda Bali, ia berada di garis depan upaya pemulihan ekonomi melalui kolaborasi antara pengusaha, komunitas UMKM, dan pemerintah daerah.

Ia juga berperan dalam mendukung penyelenggaraan B20 Summit ketika Indonesia menjadi tuan rumah G20, dengan melibatkan pelaku usaha Bali dalam jejaring bisnis global.

Selain itu, Kadin Bali di bawah kepemimpinannya aktif mendorong diversifikasi ekonomi agar Bali tidak semata bergantung pada sektor pariwisata.

Pengembangan agribisnis, industri kreatif, perdagangan digital, serta penguatan komoditas unggulan seperti kopi, buah tropis, produk herbal, wellness, dan ekonomi hijau menjadi fokus utama.

Baca Juga: Latihan Dasar Kepemimpinan, Siswa SMPN 4 Gianyar Digembleng LKBB

Langkah ini sejalan dengan agenda nasional penguatan ekonomi hijau dan peningkatan daya saing daerah.

Pada periode 2024–2025, Kadin Bali turut membuka jalur investasi asing yang diarahkan ke sektor bernilai tambah tinggi, dengan prinsip kehati-hatian agar tidak merugikan UMKM lokal. Ariandi juga beberapa kali menyoroti ancaman usaha ilegal oleh warga negara asing yang berpotensi mematikan pelaku usaha lokal.

Dari sisi internal, pembenahan struktur organisasi Kadin kabupaten/kota turut dilakukan, termasuk penyempurnaan kepengurusan Kadin Denpasar sebagai upaya memperkuat fondasi organisasi di daerah.

Melalui pencalonan periode keduanya, Ariandi menegaskan komitmennya untuk menuntaskan agenda besar yang telah dirintis.

Baca Juga: Pemilihan Westha Jadi Bendesa Madya MDA Buleleng Diwarnai Aksi Penolakan

“Lima tahun kemarin adalah masa yang penuh tantangan. Dari pandemi hingga tekanan investasi asing yang berpotensi menggerus ruang UMKM lokal. Oleh karena itu saya ingin memastikan program pemberdayaan UMKM, perlindungan pelaku usaha lokal, dan peningkatan daya saing pengusaha Bali bisa benar-benar tuntas,” kata Ariandi.

Ia menilai perekonomian Bali tengah berada pada fase transformasi menuju model yang lebih berkelanjutan.

Menurutnya, peran Kadin sebagai jembatan antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat harus diperkuat.

“Kami ingin membuka lebih banyak akses pasar, memperluas jejaring bisnis, serta membantu UMKM naik kelas dan menjadi usaha besar yang mampu bersaing di pasar global. KADIN harus menjadi rumah ekonomi Bali yang independen, profesional, dan berorientasi jangka panjang,” ujar Ariandi.

 

Musprov VIII Kadin Bali pun dipandang sebagai momentum strategis, di tengah pemulihan pariwisata, pesatnya ekonomi digital, dan meningkatnya minat investor asing.

Kadin Bali diharapkan mampu menjadi kekuatan strategis yang memberi arah pembangunan ekonomi daerah ke depan.

Panitia memastikan seluruh tahapan Musprov berjalan jujur, terbuka, dan dapat dipantau oleh seluruh asosiasi.

Jika tidak muncul calon tambahan, sidang Musprov VIII pada 12 Desember 2025 akan menjadi forum penentuan definitif arah Kadin Bali untuk lima tahun mendatang.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #dagang #Musprov #kadin