BALIEXPRESS.ID- Rangkaian acara pada hari Jumat dalam Pertemuan Regional Saksi-Saksi Yehuwa 2025 menghadirkan berbagai sesi yang mengangkat nilai iman, keteguhan moral, dan makna ibadah kepada Allah.
Salah satu acara yang paling menyita perhatian peserta adalah Drama Alkitab Kabar Baik Menurut Yesus Bagian Kedua, yang diputar pada sesi pagi.
Drama ini mengisahkan peristiwa-peristiwa penting dalam awal pelayanan Yesus, termasuk interaksinya dengan para pemimpin agama orang Yahudi dan orang-orang pertama yang tertarik mengikuti ajarannya.
Disajikan dalam bentuk video drama yang dibuat oleh ratusan relawan. Drama tersebut membantu hadirin memahami latar belakang sejarah serta pesan Alkitab secara lebih hidup dan mudah dipahami.
Melalui alur cerita yang berfokus pada pengenalan identitas Yesus sebagai Putra Allah, drama ini menekankan pentingnya keyakinan pribadi dan pilihan hidup yang selaras dengan ajaran Alkitab.
Banyak peserta menyimak dengan saksama karena pesan yang disampaikan relevan dengan tantangan kehidupan modern, seperti tekanan lingkungan dan pencarian makna hidup.
Baca Juga: Bali Nusra Great Sale 2025 Digelar, 18 Mal Tawarkan Diskon Hingga 70 Persen
Selain drama, acara hari Jumat juga diisi dengan sejumlah simposium yang membahas bagaimana Yesus menghadapi godaan serta bagaimana prinsip-prinsip Alkitab dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Materi-materi tersebut mengajak peserta untuk membangun iman yang kokoh dan konsisten, bukan sekadar bersifat seremonial.” tambah Tenno Makalew sebagai juru bicara Saksi-saksi Yehuwa saat ditemui.
Rangkaian kegiatan hari Jumat ditutup dengan ceramah yang mengajak hadirin melakukan refleksi diri, yaitu bagaimana Yesus memandang setiap orang.
Baca Juga: Aksi Bersih Pantai dan Kerukunan Warnai HAB ke-80 Kemenag Gianyar
Ceramah ini mendorong peserta untuk melihat diri mereka bukan hanya dari keterbatasan, tetapi juga dari kemampuan untuk bertumbuh secara moral dan spiritual.
Pertemuan Regional Saksi-Saksi Yehuwa 2025 ini terbuka untuk umum dan dihadiri oleh hampir seribu peserta dari berbagai latar belakang.
Melalui program yang terstruktur dan berbasis kitab suci, acara ini bertujuan memberikan penguatan rohani sekaligus nilai-nilai praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Editor : I Made Mertawan