Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Aksi Bersih Pantai Kuta Kumpulkan 186,5 Kg Sampah, Kolaborasi Komunitas dan Pelaku Usaha Edukasi soal Pengelolaan Sampah

Rika Riyanti • Minggu, 14 Desember 2025 | 03:26 WIB

BERSIH PANTAI: Aksi bersih sampah di Pantai Kuta, Sabtu (13/12)
BERSIH PANTAI: Aksi bersih sampah di Pantai Kuta, Sabtu (13/12)

 

 

BALIEXPRESS.ID — Bali masih menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah, khususnya di kawasan wisata seperti Kuta.

Volume sampah yang meningkat drastis, terutama plastik sekali pakai, sering kali melebihi kapasitas sistem pengelolaan yang ada.

Setiap musim hujan, ribuan ton sampah kerap terdampar di Pantai Kuta, mencemari ekosistem laut dan mengganggu aktivitas pariwisata.

Kolaborasi antara masyarakat, komunitas, dan pelaku industri menjadi kunci untuk menekan sampah dari sumbernya.

Baca Juga: Komunikasi Tatap Muka Dinilai Masih Ampuh Redam Ujaran Kebencian di Era Digital

Hal ini yang melatarbelakangi kegiatan Circular Day.

Brand Communication Circle K Indonesia, Wirawan Herdianto, mengatakan kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni memperkenalkan toko dengan konsep baru sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Jadi agenda hari ini kita itu ada dua, satu untuk memperkenalkan toko baru kita di Kamasutra, sekaligus kita untuk memperkenalkan program Circular Day,” ujar Wirawan.

Aksi bersih pantai di Pantai Kuta melibatkan sekitar 80 peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas dan mahasiswa.

Baca Juga: Drama Alkitab tentang Kehidupan Yesus Warnai Pertemuan Regional Saksi-Saksi Yehuwa Hari Jumat

Selain itu, juga menghadirkan weekend market yang melibatkan para ecopreneur dengan produk berbasis upcycling dan recycling.

Pantai Kuta dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu kawasan yang paling terdampak sampah, terutama pada akhir tahun saat volume sampah meningkat. 

Dalam kegiatan bersih pantai tersebut, peserta difokuskan mengumpulkan sampah daur ulang seperti botol plastik serta sampah residu.

“Kita fokusnya keduanya (organik dan non organik). Jadi ke sampah daur ulang seperti botol plastik utamanya sama sampah residu,” kata Wirawan.

Aksi bersih-bersih pantai yang dilaksanakan berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 186,5 kg (125 kg sampah yang bisa didaur ulang dan sisanya 61,5 kg adalah sampah residu) yang akan dikelola oleh Bali Recycle Center. 

Acara dilanjutkan dengan Ecopreneur Weekend Market, menghadirkan produk-produk ramah lingkungan dari UMKM lokal yang menggunakan metode produksi bertanggung jawab.

Baca Juga: Dukungan Bulat Mengalir, I Made Ariandi Melaju Mulus Pimpin Kadin Bali Periode Kedua

Melalui aktivitas ini, Circle K mendorong pelanggan untuk mengenal lebih dekat produk yang lebih berkelanjutan sekaligus membangun kebiasaan konsumsi yang lebih sadar dampak.

Terkait peran pelaku usaha ritel dalam menekan timbulan sampah, Wirawan menyebut saat ini lebih menitikberatkan pada edukasi konsumen.

“Kita membantu perannya kami itu adalah membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih bijak dalam mengkonsumsi produk gitu,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu langkah konkret yang telah diterapkan adalah penyediaan fasilitas pemilahan sampah di toko.

Baca Juga: AHM Bekali Ribuan Pelajar SMK dengan Teknologi Honda Terbaru

Sementara itu, Konten Kreator Lingkungan Ecoxistem, Fania Herlambang (28), menilai persoalan sampah di Bali saat ini telah memasuki tahap penanganan dampak, bukan lagi pencegahan.

“Jadi alarmnya kuat nih sekarang dan kita melihat ya alarmnya kuat karena memang sudah terlanjur dampak-dampaknya sudah terasa gitu kan,” ujar Fania.

Menurutnya, kondisi TPA yang penuh serta bencana lingkungan yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa penanganan sampah harus dilakukan secara lebih cepat dan tegas.

Fokus utama, kata dia, adalah menyelesaikan sampah organik rumah tangga di sumber melalui berbagai metode pengolahan.

 

Fania berharap momentum krisis sampah saat ini dapat dimanfaatkan untuk mempercepat perubahan perilaku masyarakat agar persoalan serupa tidak terus berulang.

“Tapi ya inilah momentum yang kita harus gerak cepat juga jangan sampai makin kebablasan lagi gitu,” pungkasnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #pantai kuta #Circle K #sampah