Kemenangan Jatim berlangsung penuh drama. Meski harus bermain dengan 10 orang sejak babak pertama, tim asal Jawa Timur mampu menahan imbang Bali 1-1 hingga waktu normal berakhir. Pertandingan kemudian dilanjutkan ke adu penalti, di mana Jatim keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1. Dengan demikian, skor akhir laga menjadi 4-2 untuk kemenangan Jatim.
Penjaga gawang Jatim, Ruben Rafli Hartanto, tampil gemilang dan menjadi penentu kemenangan. Ia sukses menggagalkan tiga eksekusi penalti pemain Bali.
Dalam waktu normal, Jatim lebih dulu unggul melalui gol sundulan Moh Atta Jabrani pada menit ke-14. Keunggulan tersebut bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Bali berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas I Made Anta Wijaya. Skor imbang 1-1 tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.
Pada babak tos-tosan, Ruben Rafli Hartanto kembali menunjukkan kualitasnya dengan menepis tendangan Firman Nur, Yulius Holo, dan Made Bagus Ram.
Dari sisi Jatim, tiga dari empat penendang berhasil menjalankan tugasnya, sementara satu tendangan gagal setelah mampu dibaca kiper Bali, Nur Rahmat Fauzan.
Pelatih Banteng Jatim, Anies Septiawan, menilai laga final berlangsung sengit dan sarat emosi. Ia mengapresiasi mental bertanding para pemain yang mampu bertahan meski bermain dengan 10 orang, serta memuji atmosfer Stadion Dipta yang dipadati sekitar 19 ribu penonton.
"Selanjutnya kami siap menjadi tuan rumah. Memang target Jatim sejak awal juara agar bisa menjadi tuan rumah Liga Kampung tahun depan," katanya.
Di sisi lain, pelatih Banteng Bali AA Ketut Bramastra alias Gung Bram tetap memberikan apresiasi atas perjuangan anak asuhnya, meski menyayangkan sejumlah peluang yang tidak mampu dikonversi menjadi gol.
"Kedepan banyak yang harus kami perbaiki agar bisa kembali menjuarai Liga Kampung," katanya.
Pemain Banteng Bali, Bagus Rama Tedja, turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas kegagalan mempertahankan gelar juara tahun ini.
"Kedepan kami akan berlatih agar lebih baik lagi dan berjuang meraih juara Liga Kampung Soekarno Cup berikutnya," katanya.
Dengan hasil tersebut, Banteng Jawa Timur keluar sebagai juara turnamen, Banteng Bali menempati posisi runner-up, sementara peringkat ketiga diraih oleh Sulawesi Selatan.
Trofi bergilir Liga Kampung Soekarno Cup 2025 diserahkan kepada tim juara Banteng Jawa Timur oleh Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDI Perjuangan Prananda Prabowo, didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua Panitia I Made Agus Mahayastra, serta para Ketua DPD PDIP, di Stadion Dipta Gianyar.
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri turut hadir langsung dalam prosesi tersebut.
Pada momen puncak Liga Kampung Soekarno Cup 2025 ini, PDI Perjuangan juga menyerahkan Dana Gotong Royong sebesar Rp 517 juta kepada para korban banjir di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Dana bantuan tersebut diserahkan kepada Ketua DPD PDIP masing-masing daerah oleh Prananda Prabowo, didampingi Hasto Kristiyanto serta sejumlah Ketua DPD PDIP, di Stadion Dipta Gianyar, Sabtu (13/12).(ika)
Editor : I Putu Mardika