Saat pagi hari, wisatawan diajak berlayar dengan perahu tradisional untuk melihat lumba-lumba liar melompat ceria di tengah laut saat matahari terbit, menghadirkan momen liburan yang seru, hangat, dan tak terlupakan.
Wisata ini tidak boleh kita lewatkan saat liburan. Karena kita dapat melihat lumba-lumba muncul di tengah laut, sekaligus kita dapat menyaksikan indahnya matahari terbit.
Pengunjung tidak hanya bisa melihat lumba-lumba saja, tetapi bisa juga berenang langsung sambil melihat ikan-ikan yang ada di laut (Snorkling). Menariknya, petualangan di tengah laut tidak berhenti sampai di sana.
Salah satu pengelola Wisata Dolphin, I Gusti Agung Rossa Amanda Dharmawangsa, menjelaskan bahwa jika dirinya menekuni usaha menghendel wisatawan menyaksikan Dolphin ini sudah sejak tahun 2016.
“Dulu kami buka restaurant smpe malem, mulai dari 2019 yang buka untuk dolphin kita bukanya pagi sampai sore. Buka untuk tamu yang ingin breakfast setelah dolphin,” ujarnya.
Setelah puas menyaksikan lumba-lumba, pengunjung bisa langsung menikmati sarapan sambil bersantai di restoran.
Suasana hangat, hidangan lezat, dan pemandangan pesisir menjadikannya tempat yang pas untuk nongkrong dan mengakhiri pagi dengan penuh kenangan.
Mereka menyediakan berbagai paket wisatanya, paket 1 watching dolphin atau hanya melihat lumba-lumba saja. Paket 2 dolphin dan breakfast, Setelah melihat lumba-lumba kita langsung mendapatkan makanan untuk sarapan.
Paket 3 dolphin, snorkeling, swimming with dolphi, breakfast, inilah paket yang paling lengkap. Selain itu mereka juga menyediakan transport service yang bisa menjemput pengunjung dari seluruh bali.
Harganya hanya mulai dari Rp.100.000 – Rp.450.000 saja, karena semua tergantung paket yang dipilih seperti private boat atau sharing boat, dan pilihan paket lainnya seperti swimming with dolphins, snorkling dan breakfast.
“Biasanya paling ramai pengunjung itu pada saat hari libur, akhir tahun, dan tanggal merah,” ucap I Gusti Agung Rossa Amanda Dharmawangsa. Ia bercerita bahwa awal mulanya tertarik untuk membuka usaha dolphin dan restaurant karena, wisata di bali saat itu yang paling banyak diminati yaitu melihat lumba-lumba.
“Karena pada saat para pengunjung memilih kami untuk menjadi tour guide dolphin. Tidak semua tempat bisa memberikan service yang baik.
Kalau di tempat kami pasti akan dijamin 99% agar ketemu dengan dolphinnya. Kenapa bisa dibilang hanya 99%? kenapa engga 100%? karena balik lagi ini semua tentang cuaca. Kita gabisa mastiin banget kalau bakal ngeliat banyak dolphin tapi kami selalu usahkan sih,” jelasnya.
Di dalam kapal tersebut para pengunjung sudah ditemani oleh “captain”atau orang yang mengendalikan kapal tersebut. Pada saat bertemu dolphinnya, para pengunjung bebas untuk mengabdikan momen tersebut, seperti mengambil foto atau vidio.
Para pengunjung juga bisa meminta bantuan kepada captain kapalnya, namun tidak bisa lama-lama karena dia harus mengendalikan kapalnya.
“Setelah melihat dolphin bakalan langsung disajikan sarapannya, makanannya enak-enak, cuman menunya ga terlalu banyak, tapi sudah bisa mewakilkan lidah timur dan barat, lalu, saat kita mau pulang juga tetap diberikan pelayanan yang hangat seperti, melambaikan tangan or saying goodbye gitu dari pekerja dan bahkan ownernya langsung,” ucap pengunjung, Christiana Pasaribu. (dik)
Editor : I Putu Mardika