BALIEXPRESS.ID – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gianyar bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon. Sinergi ini ditandai dengan serah terima bantuan tanaman dari DLH kepada Kemenag Gianyar yang dilaksanakan pada Senin (16/12).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya pada aspek penguatan ekoteologi. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Agung Wardhita, menerima langsung kunjungan Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Gianyar dalam rangka mendukung program penghijauan berbasis nilai keagamaan.
Serah terima bantuan tanaman ini juga menjadi langkah awal persiapan rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI. Melalui momentum tersebut, Kemenag Gianyar akan melaksanakan penanaman pohon di sejumlah titik strategis di wilayah Kabupaten Gianyar sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Menurut I Gusti Ngurah Agung Wardhita, penanaman pohon tidak sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud implementasi ajaran agama yang menekankan pentingnya menjaga keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. "Nilai-nilai keagamaan diharapkan mampu menjadi landasan kuat dalam upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan, " jelas Agung Wardhita.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan DLH Kabupaten Gianyar menjadi langkah strategis untuk memperkuat gerakan ekoteologi di tengah masyarakat. Sinergi lintas sektor ini diyakini dapat meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.
Melalui kegiatan penanaman pohon ini, Kemenag Gianyar berharap dapat memberikan contoh nyata bahwa peringatan HAB tidak hanya dimaknai sebagai refleksi perjalanan institusi, tetapi juga sebagai momentum aksi nyata yang berdampak positif bagi lingkungan dan keberlanjutan kehidupan di Kabupaten Gianyar. *
Editor : Putu Agus Adegrantika