Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Senderan Jalan Jebol hingga 20 Meter, Infrastruktur di Jembrana Rusak Parah Akibat Cuaca Ekstrem

I Gde Riantory Warmadewa • Rabu, 17 Desember 2025 | 13:44 WIB
Senderan jalan penghubung di Lingkungan Pangkung Manggis, Kelurahan Baler Bale Agung yang jebol, Selasa (16/12/2025).
Senderan jalan penghubung di Lingkungan Pangkung Manggis, Kelurahan Baler Bale Agung yang jebol, Selasa (16/12/2025).

BALIEXPRESS.ID- Sejumlah infrastruktur jalan dan irigasi di Kabupaten Jembrana mengalami kerusakan parah akibat tergerus air menyusul cuaca ekstrem yang terjadi pada Senin (15/12/2025).

Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, di mana senderan jalan utama jebol sepanjang sekitar 20 meter dan membuat akses jalan nyaris terputus.

Berdasarkan pantauan di lapangan, jebolnya senderan jalan penghubung antar-kelurahan di Lingkungan Pangkung Manggis, Kelurahan Baler Bale Agung, cukup mengkhawatirkan.

Demi keselamatan pengguna jalan, akses tersebut saat ini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi menyebabkan kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah yang tersebar di empat lokasi berbeda.

“Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, kerusakan didominasi oleh jebolnya senderan jalan serta dak deker atau saluran air akibat kuatnya gerusan air,” ujar Artana saat dikonfirmasi, Selasa (16/12/2025).

Artana merinci, titik kerusakan terparah berada di Lingkungan Pangkung Manggis, Kelurahan Baler Bale Agung.

Di lokasi tersebut, senderan badan jalan utama jebol dengan panjang mencapai sekitar 20 meter sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Kerusakan juga terjadi di Banjar Pangkung Jajang, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya.

Di wilayah ini ditemukan dua titik kerusakan, salah satunya senderan badan jalan yang sekaligus berfungsi sebagai senderan saluran irigasi ambrol sepanjang kurang lebih 3 meter.

Selain itu, kerusakan cukup signifikan juga terjadi di Banjar Sarikuning Tulung Agung dan Banjar Sarikuning dengan total tujuh titik kerusakan.

“Di Banjar Sarikuning Tulung Agung, senderan jalan menuju Pura Taman Beji jebol sepanjang 7 meter. Sementara di Banjar Sarikuning terdapat lima titik kerusakan, meliputi saluran dak deker dan saluran irigasi sawah yang jebol,” jelas Artana.

Ia menambahkan, kerusakan di wilayah Sarikuning berdampak langsung pada akses transportasi.

Jalan utama yang mengalami kerusakan, khususnya pada bagian dak deker di empat titik, sudah tidak dapat dilalui kendaraan bermuatan berat.

Selain itu, senderan badan jalan juga rusak sepanjang sekitar 2 meter.

Berbeda dengan wilayah terdampak lainnya, kondisi di Desa Kaliakah dilaporkan mulai membaik.

Saat asesmen dilakukan, air di wilayah sebelah utara Polsek Negara telah surut dan tidak ditemukan genangan.

“Sebagai tindak lanjut, BPBD akan segera menyusun laporan kejadian untuk diteruskan ke Dinas Pekerjaan Umum Jembrana agar penanganan dan perbaikan infrastruktur dapat segera dilakukan,” pungkas Artana. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#cuaca ekstrem #kerusakan infrastruktur #jembrana