BALIEXPRESS.ID– Desa Adat Sayan, Kecamatan Ubud, akan melaksanakan Upacara Pecaruan Sasih Kapat yang dirangkaikan dengan Ngunya Catur Desa pada Jumat, 19 Desember 2025.Upacara keagamaan ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 15.00 Wita hingga selesai dan dipusatkan di sejumlah titik strategis atau perbatasan wilayah Desa Adat Sayan.
Adapun lokasi pelaksanaan upacara meliputi Setra (kuburan desa), Catus Pata atau perempatan desa, serta perbatasan wewidangan Desa Adat Sayan. Rangkaian upacara tersebut merupakan bagian dari pelestarian adat dan tradisi untuk menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan.
Bandesa Adat Sayan, Ubud, Anak Agung Gde Rai Sugiartha, mengatakan bahwa pelaksanaan upacara ini melibatkan aktivitas keagamaan di badan jalan dan persimpangan desa, sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama.
“Sehubungan dengan kegiatan upacara, kami mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintasi wilayah Desa Adat Sayan, agar dapat menggunakan jalur alternatif guna menghindari kemacetan,” ujar Anak Agung Gde Rai Sugiartha, Rabu (17/12).
Ia menegaskan, imbauan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab desa adat kepada masyarakat luas agar aktivitas keagamaan dapat berlangsung dengan khidmat tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas secara berlebihan.
Bandesa Adat Sayan juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan selama pelaksanaan upacara. Ia berharap adanya pengertian dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat demi kelancaran kegiatan adat yang sakral tersebut.
“Terima kasih atas kerja sama dan pengertian masyarakat. Upacara ini merupakan kewajiban adat yang kami laksanakan bersama-sama untuk keseimbangan dan keharmonisan desa,” pungkasnya.*
Editor : Putu Agus Adegrantika