Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemkab Bangli Serahkan Pengelolaan 5 Pasar Tradisional ke Perseroda BMB

I Made Mertawan • Kamis, 18 Desember 2025 | 15:07 WIB
Pemkab Bangli tandatangani kerja sama pengelolaan lima pasar dengan Perseroda BMB, Rabu (17/12/2025).
Pemkab Bangli tandatangani kerja sama pengelolaan lima pasar dengan Perseroda BMB, Rabu (17/12/2025).

BALIEXPRESS.ID – Pemkab Bangli mempercayakan pengelolaan lima pasar tradisional ke perusahaan daerah.

Kepercayaan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Pemkab Bangli dan Perseroda Bhukti Mukti Bhakti (BMB) sebagai badan usaha milik daerah yang akan menangani operasional pasar.

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini disaksikan Sekretaris Daerah Bangli I Dewa Bagus Riana Putra dan dihadiri sejumlah perangkat daerah terkait, di antaranya Asisten II Setda Bangli, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, bidang ekonomi, hingga Inspektorat Kabupaten Bangli, Rabu (18/12/2025).

Dari pihak BMB, hadir langsung Direktur Perseroda BMB, Anak Agung Wibawa Putra.

Dalam kerja sama tersebut, BMB ditugaskan mengelola lima pasar rakyat, yakni Pasar Kidul di Kecamatan Bangli, Pasar Singamandawa di Kintamani, Pasar Kayuambua di Kecamatan Susut, Pasar Yangapi di Kecamatan Tembuku, serta Pasar Seni Geopark di Penelokan, Kintamani.

Sebelumnya, pengelolaan pasar-pasar tersebut berada di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli.

Ruang lingkup kerja sama meliputi pemungutan retribusi pelayanan pasar, penataan kebersihan dan keamanan lingkungan, serta penyediaan sumber daya manusia pendukung operasional pasar.

Sekda Bangli I Dewa Bagus Riana Putra menegaskan, kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan pasar di Kabupaten Bangli.

Selain itu, kerja sama tersebut juga ditargetkan dapat mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

“Kami berharap kerjasama ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Bangli dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujar Riana.

Sebagai informasi, pada 2025 ini Disperindag Bangli menargetkan pendapatan retribusi dari empat pasar, tidak termasuk Pasar Seni Geopark, sebesar Rp5,9 miliar.

Namun hingga November lalu, realisasi pendapatan baru mencapai Rp3,2 miliar.

Disperindag pun pesimistis target tersebut dapat tercapai, dengan perkiraan maksimal realisasi sekitar 60 persen. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#Pasar Singamandawa #bangli #BMB #pasar kidul #pasar tradisional