Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Serangkaian HAB Kemenag RI ke-80, Kemenag Gianyar Gelar Ekoteologi dan Melukat di Pura Gunung Kawi Sebatu

Putu Agus Adegrantika • Sabtu, 20 Desember 2025 | 00:13 WIB
SEMBAHYANG : Pelaksanaan ekoteologi oleh Kemenag Gianyar di Pura Gunung Kawi Sebatu, Tegallalang, Jumat (19/12).
SEMBAHYANG : Pelaksanaan ekoteologi oleh Kemenag Gianyar di Pura Gunung Kawi Sebatu, Tegallalang, Jumat (19/12).

BALIEXPRESS. ID- Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan ekoteologi yang dilaksanakan serentak di tempat ibadah masing-masing agama, Jumat (19/12). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan peran agama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Seluruh pegawai Kemenag Gianyar terlibat aktif dalam kegiatan tersebut sesuai dengan agama yang dianut. Khusus bagi pegawai beragama Hindu, ekoteologi dipusatkan di Pura Gunung Kawi, Desa Adat Sebatu, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, dengan agenda utama penanaman pohon bunga dan melukat sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan kawasan suci.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sembahyang bersama yang berlangsung khidmat. Kegiatan ini sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus permohonan keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan, agar upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan membawa kebaikan berkelanjutan.

Kepala Kemenag Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Agung Wardhita menegaskan bahwa ajaran agama, khususnya Hindu, mengajarkan manusia untuk memuliakan alam sebagai bagian dari kehidupan spiritual.

Ia menjelaskan, konsep ekoteologi sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana yang menekankan keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan. "Dengan nilai-nilai tersebut harus diwujudkan melalui aksi konkret dalam kehidupan sehari-hari, " tegasnya. 

Setelah dharmawacana, para peserta mengikuti prosesi melukat sebagai simbol penyucian diri lahir dan batin. "Prosesi ini dimaknai sebagai upaya membersihkan diri dari hal-hal negatif sekaligus memperkuat komitmen spiritual dalam menjaga kesucian alam dan lingkungan, " imbuh pria asli Abiansemal Badung ini. 

Kegiatan ditandai dengan penanaman pohon bunga di area Pura Gunung Kawi. Hal ini menjadi simbol komitmen pegawai Kemenag Gianyar untuk turut menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan tempat ibadah yang sarat nilai spiritual, sejarah, dan budaya.

Melalui kegiatan ekoteologi ini, Kemenag Gianyar berharap semangat cinta lingkungan semakin tertanam dalam diri setiap pegawai dan masyarakat. Selain menjadi bagian dari peringatan HAB ke-80, kegiatan ini juga diharapkan mampu menginspirasi umat beragama untuk terus menjaga alam sebagai amanah dan ciptaan Tuhan yang harus dilestarikan bersama. *

Editor : Putu Agus Adegrantika