BALIEXPRESS. ID— Upaya penguatan karakter generasi muda terus dilakukan Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar melalui pendekatan yang kreatif dan edukatif. Kali ini, penyuluhan agama dan sosial dikemas secara menarik dengan menghadirkan seni budaya tradisional, yakni penampilan sosok Topeng Pekak Dukuh, yang dibawakan langsung oleh Penyuluh Agama Hindu, Ida Bagus Putu Wiadnyana Manuaba, sebagai narasumber kegiatan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pasraman Budipekerti Desa Adat Petak Jeruk, Desa Suwat, dan diikuti oleh anak-anak serta remaja setempat. Melalui media topeng yang sarat makna filosofis, pesan-pesan dharma, etika, dan nilai kehidupan disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh generasi muda.
"Sosok Topeng Pekak Dukuh yang ditampilkan tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana refleksi spiritual dan moral, " paparnya.
Dalam dialog dan adegan yang disajikan, peserta diajak memahami pentingnya hidup berlandaskan ajaran agama, menjaga perilaku, serta menjauhi perbuatan yang merusak diri dan masa depan.
Selain pembinaan budaya dan spiritual, kegiatan ini juga menjadi wadah sinergi antara Penyuluh Agama Hindu Kemenag Gianyar dengan Satgas Anti Narkoba. "Kolaborasi ini bertujuan memberikan edukasi dini tentang bahaya penyalahgunaan narkoba yang kini semakin mengancam generasi muda, " imbuh Gus Manu.
Dalam penyuluhannya, Ida Bagus Putu Wiadnyana Manuaba menekankan bahwa narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga menghancurkan mental, spiritual, serta masa depan seseorang. Oleh karena itu, anak-anak dan remaja perlu dibekali pemahaman sejak dini agar mampu menolak pengaruh negatif lingkungan.
Kegiatan penyuluhan ini mendapat respons positif dari peserta dan pengelola pasraman. Metode penyampaian yang memadukan seni tradisi, nilai agama, dan edukasi sosial dinilai efektif dalam menanamkan kesadaran serta membangun benteng moral generasi muda.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap generasi muda Hindu tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual, berkarakter luhur, serta mampu menjadi agen perubahan positif di tengah tantangan zaman, " pungkas Gus Manu. *
Editor : Putu Agus Adegrantika