BALIEXPRESS.ID - Sejumlah truk mengangkut barang yang tiba di Bali melalui Pelabuhan Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem mendadak diberhentikan, Selasa (23/12/2025).
Para sopir diminta untuk mengeluarkan urine guna mendeteksi zat berbahaya narkotika.
Kegiatan ini dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karangasem. Terdapat 13 sampel urine yang dilakukan pengecekan.
Kepala Tim Rehabilitasi BNNK Karangasem I Gede Giri Widiana menyebut, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk mendeteksi dini penyalahgunaan narkotika terhadap sopir angkutan barang.
Alasan kegiatan ini menyasar para sopir angkutan barang, dikatakan karena profesi tersebut cukup rentan.
Terlebih lagi, pada kegiatan sebelumnya pernah terdapat sopir yang terindikasi positif narkoba.
“Deteksi dini ini kami fokuskan kepada sopir angkutan barang. Profesi sopir cukup rentan karena mereka kerap menggunakan narkotika agar tetap kuat dan tidak mengantuk saat mengemudi,” ujarnya.
Dari 13 sampel yang diambil, BNNK Karangasem memastikan seluruhnya dinyatakan negatif.
Dalam kesempatan itu, terlihat raut wajah sejumlah pengemudi cukup tegang ketika baru diberhentikan.
Namun, berubah seketika menjadi lega saat petugas menyatakan hasil test urine negatif.
"Bagaimana saya bisa kencing lagi, baru saja saya kencing di kapal," ungkap seorang sopir truk sebelum di test urine. (*)
Editor : I Made Mertawan