Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sebanyak 500 Mahasiswa Terpilih Ikuti Program SKSS 2025

Rika Riyanti • Rabu, 24 Desember 2025 | 19:23 WIB

 

TERIMA BEASISWA:   penyerahan bantuan SKSS yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Centre Denpasar, Selasa (23/12)
TERIMA BEASISWA: penyerahan bantuan SKSS yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Centre Denpasar, Selasa (23/12)

 


BALIEXPRESS.ID
 — Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2025.

Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Bali Wayan Koster saat penyerahan bantuan SKSS yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Centre Denpasar, Selasa (23/12).

Program SKSS digagas sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Program ini bahkan disebut sebagai salah satu terobosan pertama di Indonesia yang secara khusus menyasar kelompok masyarakat tersebut.

Baca Juga: Ajukan 5 Tuntutan, Ratusan Truk Ikut Aksi Damai Forum Swakelola Sampah Bali di Kantor Gubernur Bali

Dalam implementasinya, Pemprov Bali menggandeng 26 perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali sebagai mitra.

“Program Satu Keluarga Satu Sarjana ini adalah komitmen saya untuk memastikan anak-anak Bali dari keluarga tidak mampu tetap bisa mengenyam pendidikan tinggi. Pendidikan adalah kunci utama membangun SDM Bali yang unggul dan berdaya saing,” tegasnya.

Pada 2025, Program SKSS menargetkan 3.000 mahasiswa.

Namun, keterbatasan waktu dan sosialisasi menyebabkan jumlah pendaftar hanya sekitar 1.000 calon mahasiswa yang berasal dari sembilan kabupaten/kota di Bali.

Baca Juga: Astra Motor Bali Hadirkan Servis Gratis Honda di Pos Pelayanan Terpadu Terminal Ubung 

Dari jumlah tersebut, sebagian calon mahasiswa telah menerima bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

Alhasil, pada tahun ini bantuan SKSS diberikan kepada 500 mahasiswa yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

Gubernur Koster memaparkan, bantuan yang disalurkan mencakup biaya hidup bulanan sebesar Rp1,4 juta bagi mahasiswa yang kuliah di Denpasar dan Badung, serta Rp1,2 juta per bulan bagi mahasiswa di kabupaten lainnya.

Sementara bagi mahasiswa Universitas Terbuka (UT), bantuan biaya hidup diberikan sebesar Rp750 ribu per bulan karena tidak memerlukan biaya kos.

Selain itu, Pemprov Bali juga menanggung Uang Kuliah Tunggal (UKT) maksimal Rp1 juta per semester serta biaya pendaftaran hingga Rp300 ribu.

“Program ini memang belum sepenuhnya menjawab seluruh kebutuhan, tetapi setidaknya meringankan beban biaya hidup dan pendidikan mahasiswa. Pemerintah Provinsi Bali juga bekerja sama dengan perguruan tinggi agar biaya kuliah bisa ditekan dan lebih terjangkau,” jelasnya.

Baca Juga: Menelisik Sejarah Umat Kristen di Banjar Piling Tabanan yang Bermula Penasaran dengan Buruh Cangkul

Ia juga menyampaikan bahwa dukungan perguruan tinggi mitra terhadap SKSS sangat baik.

Ke depan, Pemprov Bali berencana melakukan sosialisasi lebih dini mulai 2026 agar jangkauan program ini semakin luas dan tepat sasaran.

“Mulai 2026, sosialisasi kita lakukan lebih awal supaya lebih banyak keluarga miskin dan miskin ekstrem yang bisa memanfaatkan program ini. Prinsipnya jelas, satu keluarga ditanggung satu sarjana oleh Pemerintah Provinsi Bali,” ujar Gubernur Koster.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster turut membagikan kisah hidupnya yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Buleleng, Bangunan SD dan Rumah Warga Tertimpa Pohon

Sejak masih sekolah, ia telah terbiasa bekerja membantu orang tua.

Nilai kerja keras, disiplin, dan semangat belajar mengantarkannya menempuh pendidikan hingga Institut Teknologi Bandung (ITB), serta berkiprah sebagai anggota DPR RI selama tiga periode dan menjabat Gubernur Bali selama dua periode.

“Kekayaan yang paling abadi adalah kekayaan di kepala. Ilmu pengetahuan tidak akan pernah hilang. Hidup harus dipecahkan dengan pikiran sendiri, menjadi mandiri, mampu memecahkan masalah, berkualitas, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Ke depan, Pemprov Bali juga menyiapkan percepatan pendidikan hingga jenjang S2 dan S3 sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembangunan SDM.

 

Gubernur Koster mendorong para penerima SKSS agar terus melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kapasitas diri di tengah persaingan yang semakin ketat.

“Saya doakan kalian semua dapat mengikuti perkuliahan dengan baik, rajin belajar, tekun, dan meraih prestasi setinggi-tingginya. Jadilah putra-putri terbaik Bali yang tidak hanya membanggakan keluarga dan daerah, tetapi juga membanggakan Indonesia,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, jajaran kepala perangkat daerah Pemprov Bali, kepala dinas pendidikan kabupaten/kota se-Bali, serta pimpinan perguruan tinggi mitra Program SKSS Tahun 2025.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada mahasiswa dari sembilan kabupaten/kota yang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), STKIP Agama Hindu Amlapura, Universitas Terbuka, Primakara University, ITKES Bali, Poltekkes Denpasar, serta Institut Agama Hindu Mpu Kuturan.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #beasiswa #wayan koster #Satu Keluarga Satu Sarjana