Hal tersebut akan mengakibatkan otot jantung tidak mampu untuk memompa darah dan terjadi serangan jantung. Penyebab dari penyakit ini adalah sumbatan plak lemak dan gumpalan darah pada dinding dalam pembuluh darah koroner.
Semakin besar plak maka semakin sempit pembuluh darah tersebut sehingga aliran darah akan terhambat.
Ada beberapa faktor resiko yang dapat memicu terjadinya penyakit ini, seperti :
Peningkatan kolesterol dalam darah atau Peningkatan kolesterol ‘jahat’ atau LDL (Low Density Lipoprotein) di dalam darah dapat menimbulkan penimbunan, dan kemudian plak, di dalam pembuluh darah arteri koroner.
Merokok
Salah satu faktor resiko yang sangat berperan dalam timbulnya penyakit jantung koroner adalah merokok. Kandungan nikotin dan karbon monoksida di dalam rokok dapat meningkatkan terjadinya gumpalan darah di pembulh darah arteri dan juga dapat meningkatkan aktivitas jantung menjadi lebih berat. Selain itu, kandungan lain di dalam rokok juga dapat merusak lapisan dalam dinding pembuluh darah sehingga memicu menempelnya plak pada lokasi tersebut.
Diabetes
Peningkatan resiko dua kali lipat terjadinya penyakit jantung koroner ada pada penderita diabetes. Pada penderita diabetes, pembuluh darah arterinya cenderung lebih tebal sehingga dapat lebih mengganggu aliran darah. Selain itu, pada penderita diabetes, kemungkinan terjadinya penumpukan kadar kolesterol dalam darah juga lebih tinggi.
Tekanan darah tinggi
Kategori tekanan darah tinggi adalah apabila seseorang memiliki tekanan darah sistolik lebih dari 130 mmHg, atau tekanan diastolik 80 mmHg atau lebih.
Obesitas
Obesitas merupakan suatu kondisi dimana terjadi penumpukan lemak sangat tinggi di dalam tubuh sehingga berat badan berada di luar batas ideal. Penentuan klinis obesitas adalah dengan menghitung indeks masa tubuh atau BMI (Body Mass Index). Dikatakan seseorang mengalami obesitas apabila memiliki BMI antara 30-39,9. Sedangkan angka normal BMI untuk orang dewasa adalah sekitar 18,5-24,9.
Sedentary Lifestyle
Gaya hidup sedentari adalah dimana saat seseorang dalam kesehariannya kurang gerak atau kurang aktivitas fisik. Sebagai contohnya adalah ketika seseorang lebih suka duduk di depan televisi ataupun di depan komputer dimana kedua kegiatan tersebut cenderung tidak memerlukan banyak energi. Gaya hidup seperti ini akan beresiko memicu obesitas dan menumpuknya kadar lemak dalam tubuh.
Terjadinya penggumpalan darah
Proses penggumpalan darah atau trombosis pada dinding pembuluh darah arteri koroner dapat menimbulkan sumbatan lebih lanjut dan menghambat aliran dan suplai darah ke jantung. Terjadinya proses ini berkaitan dengan faktor peradangan, tingginya kadar kolesterol dalam darah, gula darah yang tidak terkontrol, dan juga stres.
Agar terhindar dari penyakit jantung koroner yang dapat mematikan, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan, yaitu :
- Lakukan olahraga rutin, minimal 3-5 kali seminggu selama 30 menit tiap sesinya. Olahraga yang dapat dilakukan seperti lari, jalan santai, aerobik, atau senam jantung sehat.
- Perhatikan pola makan Anda. Aturlah pola makan agar lebih sehat dan gizinya seimbang. Perbanyak konsumsi sayur dan buah serta kurangi makanan kemasan, makanan yang mengandung lemak atau garam berlebih, dan makanan cepat saji.
- Hentikan kebiasaan merokok
- Jagalah berat badan Anda agar tetap ideal
- Rutin untuk mengontrol tekanan darah
- Kendalikan stres, fisik maupun psikis, dengan baik
- Istirahat yang baik. Perhatikan kualitas dan kuantitas tidur Anda. Sebaiknya tidur 7-8 jam sehari dengan kualitas baik dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya penyakit jantung koroner.
Penyakit jantung koroner tidak boleh diremehkan karena penyakit ini dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang bahkan dapat menimbulkan kematian mendadak oleh karena serangan jantung. Maka dari itu, ada baiknya jika kita mencegah timbulnya suatu penyakit dengan menerapkan pola hidup sehat agar jantung kita senantiasa sehat dan kuat.
Oleh : dr. Luh Putu Previyanti Dharma Putri, Sp.JP, FIHA
Editor : I Putu Mardika