BALIEXPRESS.ID – Kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kabupaten Bangli sepanjang 2025 tercatat sebanyak 148 kasus.
Angka tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2015 kasus. Meski demikian, persoalan kecelakaan ini masih menjadi perhatian serius Polres Bangli.
Salah satu peristiwa laka lantas yang paling menyita perhatian tahun ini terjadi di jalur utama Bangli–Kintamani, tepatnya di wilayah Dusun Bangklet, Desa Kayubihi.
Sebuah truk besar bermuatan semen mengalami rem blong dan menyebabkan kecelakaan fatal pada Kamis (10/7/2025).
Insiden tersebut merenggut nyawa sopir truk, dua warga sekitar, serta satu warga Payangan, Gianyar, yang kebetulan melintas saat kejadian.
Kapolres Bangli AKBP James Irianov Syaloom Rajagukguk mengungkapkan, sebagian besar kecelakaan lalu lintas di Bangli tahun ini disebabkan oleh kondisi out of control (OC) yang kerap berujung pada kecelakaan tunggal.
OC dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kurangnya kehati-hatian pengendara hingga faktor eksternal, seperti minimnya penerangan jalan.
“Jadi karena masyarakat yang mengendarai sepeda motor kurang hati-hati, karena memang di Bangli banyak jalannya lurus, dan kebetulan malam hari kurang penerangan, banyak mengakibatkan out of control sehingga laka lantas,” jelas James.
Untuk menekan angka kecelakaan, pihak kepolisian telah melakukan berbagai upaya pencegahan, di antaranya sosialisasi langsung kepada masyarakat.
Selain itu, Satlantas Polres Bangli juga secara intensif melakukan patroli di sejumlah jalur rawan kecelakaan.
“Daerah rawan laka kebanyakan di jalur Susut, Tembuku, serta seputaran Kintamani,” ujarnya saat pers rilis akhir tahun di Mapolres Bangli, Selasa (30/12/2025).
Terkait minimnya lampu penerangan jalan, James memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkab Bangli.
Langkah tersebut dilakukan untuk menekan angka kecelakaan yang dipicu kurangnya penerangan.
Seperti diketahui, memang masih banyak ruas jalan di Bangli yang gelap pada malam hari.
Selama ini, lampu penerangan jalan baru terfokus di wilayah perkotaan. (*)
Editor : I Made Mertawan