Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Nyepi akan Kembali Digelar Pada Tilem Kasanga

Rika Riyanti • Rabu, 31 Desember 2025 | 11:17 WIB

AMAN: Gubernur Bali Wayan Koster
AMAN: Gubernur Bali Wayan Koster

 

BALIEXPRESS.ID – Pelaksanaan Hari Raya Nyepi direncanakan akan dikembalikan ke waktu asalnya, yakni bertepatan dengan Tilem Kasanga, seperti tradisi sebelum tahun 1981.

Sejak tahun tersebut hingga kini, Nyepi diperingati sehari setelah Tilem Kasanga atau tanggal apisan sasih kadasa, namun dalam forum Pasamuhan Agung Sabha Kretha Hindu Dharma Nusantara (SKHDN) Pusat 2025, usulan perubahan kembali dibahas secara resmi.

Pasamuhan Agung SKHDN Pusat digelar Selasa (30/12), di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali.

Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah upaya mengembalikan pelaksanaan Nyepi seperti ketentuan lama yang dinilai sesuai dengan sumber sastra Hindu Bali.

Baca Juga: Pansus TRAP Hentikan Operasional Jungle Padel di Munggu, Temukan Pelanggaran Tata Ruang

Ketua Umum Sabha Kretha Hindu Dharma Nusantara (SKHDN) Pusat, Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun, menyampaikan bahwa sebelum tahun 1981, Nyepi memang dilaksanakan tepat saat Tilem Kasanga.

Ia merujuk sejumlah lontar yang menjadi acuan, seperti Lontar Sundarigama, Kuttara Kanda, dan Batur Kalawasan.

Dalam lontar-lontar tersebut disebutkan bahwa Nyepi dilaksanakan pada saat panglong ping molas kresna paksa atau Tilem.

“Salah satu pembahasan yakni mengembalikan nyepi seperti sebelum tahun 1981. Mengembalikan Nyepi agar kembali ke Bali ribuan tahun lalu. Sebab tahun 1981 diubah oleh PHDI provinsi Bali,” katanya.

Baca Juga: Sedana Arta Tanggapi Pro dan Kontra Rencana Sampah Denpasar-Badung Dibuang di Bangli

Jika usulan ini disepakati, maka pelaksanaan Tawur dan Pangerupukan akan kembali digelar pada panglong catur dasi atau purwani Tilem Kasanga, yakni sehari sebelum Tilem seperti tradisi terdahulu.

Gubernur Bali, Wayan Koster, yang turut hadir, menyatakan dukungannya terhadap keputusan yang akan ditetapkan melalui pasamuhan tersebut.

Ia menilai pengembalian waktu pelaksanaan Nyepi ke Tilem Kasanga merupakan langkah yang sejalan dengan dasar sastra.

“Dulu Nyepi di Tilem dia, sekarang bergeser, saat Tilem dilaksanakan tawur besoknya baru Nyepi. Nanti silakan Ida Sulinggih membahas,” terangnya.

Koster menegaskan siap mendukung keputusan final yang dihasilkan dan diberlakukan di Bali.

Ia menilai usulan ini layak diterapkan karena memiliki dasar kuat dalam lontar sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara niskala.(ika)

Editor : Rika Riyanti
#bali #tilem #hari raya nyepi #wayan koster