Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Prof. I Made Sugata, Guru Besar Spiritualitas Yoga Kesehatan yang Konsisten Mengabdi untuk Ilmu, Tradisi, dan Masyarakat

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 1 Januari 2026 | 16:38 WIB
Dr. Drs. I Made Sugata, M.Ag
Dr. Drs. I Made Sugata, M.Ag

BALIEXPRESS.ID – Nama Prof. Dr. Drs. I Made Sugata, M.Ag dikenal luas sebagai salah satu tokoh akademik Hindu yang mendedikasikan hidupnya pada pengembangan spiritualitas yoga dan kesehatan, baik dalam ranah keilmuan, pengabdian masyarakat, maupun pelestarian tradisi Bali. Lahir di Batuyang, Gianyar, pada 31 Desember 1965, Prof. Sugata tumbuh dari lingkungan desa yang sarat nilai spiritual hingga akhirnya menapaki puncak akademik sebagai Guru Besar Bidang Spiritualitas Yoga Kesehatan di Fakultas Brahma Widya, UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

Perjalanan pendidikannya dimulai dari SDN 2 Batuyang, berlanjut ke SLUB Saraswati Sukawati, PGAHN Mataram, hingga menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister di Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar. Konsistensinya dalam dunia akademik mencapai puncak saat meraih gelar doktor Ilmu Agama pada tahun 2018. Jejak panjang ini menandai komitmennya dalam memperkuat fondasi keilmuan Hindu yang relevan dengan dinamika zaman.

Dalam karier akademik dan manajerial, Prof. Sugata telah menempati berbagai posisi strategis, mulai dari Guru Agama Hindu, Kepala Pusat Meditasi IHDN Denpasar, Ketua Jurusan Yoga dan Kesehatan, Wakil Dekan I Fakultas Brahma Widya, hingga kini dipercaya sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar sejak tahun 2021. Peran tersebut mempertegas kontribusinya dalam penguatan riset dan pengabdian berbasis kearifan lokal.

Tak hanya di kampus, kiprah Prof. Sugata juga kuat dalam organisasi keagamaan dan sosial. Ia pernah menjabat Ketua PHDI Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, aktif di Forum Komunikasi Antar Umat Beragama, serta memegang peran penting di PHDI Provinsi Bali. Hingga kini, ia masih mengabdi sebagai Ketua PHDI Desa Batubulan Kangin dan Wakil PHDI Kecamatan Sukawati, menunjukkan komitmennya menjaga harmoni umat dan desa adat.

Di bidang penelitian, Prof. Sugata produktif menghasilkan karya ilmiah yang mengaitkan yoga, kesehatan, spiritualitas, dan budaya Bali. Penelitiannya mencakup topik Yoga Bali Kuno, efektivitas yoga terhadap kesehatan tubuh dan imun, pengobatan tradisional berbasis Tri Ketuka, hingga kajian aktivitas spiritual Bali Kuno di kompleks Candi Tebing Gunung Kawi. Karya-karya tersebut tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga membuka peluang pengembangan wisata spiritual berbasis tradisi lokal.

Kontribusinya juga tercermin melalui sejumlah buku, di antaranya Hindu: Masalah dan Pemaparannya, Yoga Geranda: Tuntunan Yoga Menuju Hidup Sehat, dan Prayogasandhi Laku Utama Calon Yogi. Pemikirannya tentang mistisisme yoga dan pencapaian moksa menjadi rujukan penting bagi akademisi maupun praktisi spiritual lintas agama.

Pada level internasional, Prof. I Made Sugata dipercaya menjadi pembicara dan guru yoga dalam program cultural exchange di Toyo University Jepang pada tahun 2023. Kehadiran ini menegaskan bahwa yoga Bali dan spiritualitas Hindu Nusantara memiliki daya tarik global.

Dengan latar keluarga yang harmonis bersama sang istri, Ir. Luh Putu Yulyani, serta tiga orang anak, Prof. I Made Sugata terus menyeimbangkan peran sebagai akademisi, pemimpin, peneliti, dan pengabdi masyarakat. Sosoknya menjadi contoh nyata bahwa ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan pengabdian sosial dapat berjalan selaras demi kesehatan lahir dan batin umat manusia. *

Editor : Putu Agus Adegrantika