Oleh :
dr.I Putu Arya Giri Prebawa, SpPD
BALIEXPRESS.ID-Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian pedesaan, namun di balik perannya yang vital, petani menghadapi risiko kesehatan dan keselamatan kerja yang tidak kecil.
Cedera akibat alat tajam, kecelakaan di lahan dengan kontur tidak rata, paparan bahan kimia pertanian, hingga kelelahan fisik dan tekanan psikologis merupakan realitas yang kerap dihadapi, tetapi sering luput dari perhatian. Kondisi ini menjadi tantangan serius, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.
Baca Juga: Penantian Puluhan Tahun Berakhir, Air Bersih Resmi Mengalir ke Desa Kubu Karangasem
Banjar Kembangsari, Desa Satra, Kecamatan Kintamani, merupakan salah satu wilayah dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani. Klinik Pratama Puspa Medika berperan sebagai fasilitas kesehatan utama bagi masyarakat setempat. Menyadari pentingnya penguatan layanan kesehatan kerja di tingkat komunitas, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berupa penyuluhan kesehatan dan keselamatan kerja serta pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 1 Desember 2025 ini menyasar seluruh staf Klinik Pratama Puspa Medika sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan bagi petani. Melalui penyuluhan keselamatan kerja, pelatihan pertolongan pertama, serta edukasi manajemen stres dan kesehatan mental, staf klinik dipersiapkan untuk tidak hanya menangani dampak kecelakaan kerja, tetapi juga berperan aktif dalam upaya pencegahan. Pendekatan ini menempatkan klinik desa bukan sekadar sebagai tempat pengobatan, melainkan sebagai pusat edukasi dan promosi kesehatan kerja.
Baca Juga: Tragedi Kembang Api di Lovina, Pria Ini Dikeroyok hingga Masuk Rumah Sakit
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan setelah kegiatan berlangsung. Lebih penting lagi, dilakukan kunjungan tindak lanjut untuk melihat bagaimana materi pelatihan diterapkan dalam praktik pelayanan sehari-hari.
Langkah ini memastikan bahwa kegiatan pengabdian tidak berhenti pada seremoni, tetapi mendorong perubahan nyata dalam sistem layanan kesehatan di tingkat lokal.
Penguatan kapasitas klinik desa memiliki dampak strategis jangka panjang. Klinik yang siap dan tanggap terhadap masalah kesehatan akibat kerja akan mempercepat penanganan kasus, menurunkan risiko komplikasi, serta meningkatkan rasa aman bagi petani dalam bekerja.
Di sisi lain, perhatian terhadap kesehatan mental petani menjadi langkah penting dalam menjaga produktivitas dan kesejahteraan keluarga petani.
Baca Juga: Gubernur Koster Sebut Pariwisata Bali Sudah Pulih, Wisman 2025 Tembus 7,05 Juta
Pengalaman di Banjar Kembangsari menunjukkan bahwa investasi pada edukasi dan pendampingan tenaga kesehatan di tingkat primer merupakan strategi efektif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pertanian. Model kemitraan ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain, sehingga keselamatan dan kesehatan kerja petani tidak lagi menjadi isu pinggiran, melainkan bagian integral dari pembangunan kesehatan nasional.
Editor : Wiwin Meliana