BALIEXPRESS.ID- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng melakukan langkah progresif dalam penanganan limbah anorganik.
Bekerja sama dengan PT Rumah Plastik, Dishub Buleleng kini tengah merencanakan proyek pengadaan plang nama jalan yang berbahan baku 100 persen sampah plastik.
Inovasi ini diharapkan menjadi solusi konkret atas permasalahan sampah sekaligus mempercantik wajah Kota Singaraja dengan konsep ramah lingkungan.
Kadishub Buleleng Gede Gunawan Adnyana Putra, mengonfirmasi bahwa beberapa titik plang nama jalan di seputaran Kota Singaraja akan segera diganti dengan material hasil olahan limbah tersebut.
Meski demikian, masyarakat diminta bersabar karena saat ini proyek tersebut masih dalam tahap percobaan pembuatan.
"Kami memang sedang merancang proyek ini. Saat ini statusnya masih dalam tahap percobaan pembuatan. Nanti, jika semua sudah siap, di beberapa titik strategis akan segera kami pasang plang berbahan sampah plastik ini," ujar Gunawan belum lama ini.
Direktur PT Rumah Plastik, Putu Eka Darmawan, menjelaskan bahwa secara teknis tidak ada kendala berarti dalam proses manufaktur plang jalan tersebut.
Berkat kesiapan mesin dan ketersediaan bahan baku yang melimpah, produksi dapat dilakukan secara maksimal sesuai dengan kebutuhan pemerintah daerah.
"Proses pembuatannya sebenarnya tidak sulit dan waktu yang dibutuhkan pun relatif singkat. Untuk menghasilkan satu buah plang nama jalan, kami hanya membutuhkan waktu kira-kira satu minggu saja," ungkap Eka Darmawan.
Eka menambahkan bahwa durasi pengerjaan sangat bergantung pada permintaan dan kesepakatan desain.
Namun, secara keseluruhan, alur kerja sudah terstruktur dengan baik sehingga target pembuatan diharapkan dapat tercapai tepat waktu.
Menilik proses produksinya, satu buah plang nama jalan ternyata mampu menyerap sekitar 3 hingga 4 kilogram sampah plastik.
Jenis plastik tertentu yang telah dipilah terlebih dahulu diolah menjadi cacahan kecil.
Cacahan ini kemudian melewati proses pemanasan dan pengepresan dengan tekanan tinggi hingga membentuk sebuah papan yang solid dan kokoh.
Keunggulan dari material ini adalah daya tahannya terhadap cuaca, yang sering kali menjadi masalah pada plang berbahan kayu atau logam yang mudah keropos dan berkarat.
Setelah papan plastik terbentuk, tahap selanjutnya adalah pemotongan sesuai desain (mal) yang telah ditentukan.
"Kami sudah memiliki mesin khusus untuk ini. Kami tinggal memasukkan desainnya ke dalam sistem, lalu mesin akan bekerja melakukan pemotongan secara presisi sesuai bentuk plang nama jalan yang diinginkan," jelas Eka lebih lanjut.
Jika tahap percobaan ini berhasil dan mendapatkan respons positif, tidak menutup kemungkinan seluruh plang nama jalan di wilayah Kabupaten Buleleng akan menggunakan material serupa.
Selain mengurangi beban di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), proyek ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sampah plastik, jika dikelola dengan teknologi yang tepat, dapat menjadi produk yang bermanfaat jangka panjang. (*)
Editor : I Made Mertawan