BALIEXPRESS.ID - Kasus bunuh diri masih terjadi meski telah dilakukan pengamanan dengan memasang CCTV dan pagar pengaman di sepanjang Jembatan Tukad Bangkung, Kecamatan Petang.
Hal ini menandakan upaya yang dilakukan belum cukup, terlebih masih diperlukan upaya lain seperti menjaga kesehatan mental.
Hal ini pun disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPRD Badung, Nyoman Graha Wicaksana, Jumat (2/1).
Baca Juga: Pejabat Baru Pemkab Jembrana Dilantik di Kebun Kakao, Kembang Hartawan Sampaikan Pesan Mendalam
Menurut Graha Wicaksana, perlu adanya langkah lain untuk mengantisipasi kasus bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung.
Seperti mengurangi beban psikis maupun mental melalui konseling.
Hal ini perlu peran Dinas Kesehatan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan.
“Kalau kita lihat tingkat bundir di Provinsi Bali dibandingkan Provinsi-Provinsi yang lain itu kan sangat tinggi sekali, bahkan Bali yang nomor satu. Nah ini memang harus ada kajian-kajian yang lebih mendalam, apa penyebabnya seperti itu, sehingga langkah-langkah berikutnya bisa diantisipasi,” ujarnya.
Baca Juga: Palinggih Meru Pura Puseh Kintamani Terbakar, Saksi Sempat Dengar Ledakan Kembang Api
Ia memperkirakan, tingginya kasus bunuh diri lantaran adanya permasalahan mental dan frustasi yang menyebabkan mencari jalan pintas.
Hal ini lah yang perlu diantisipasi, jika di luar negeri ada kanal layanan hotline yang menerima curhat atau keluh kesah.
Politisi asal Kuta ini meminta Pemkab Badung maupun Pemprov Bali melakukan kajian yang mendalam terkait penyebab ulah pati tersebut.
Baca Juga: Satpol PP Klungkung Tertibkan Manusia Silver di Bypass Mantra, Satu Orang Kabur
“Apakah tingkat kebahagiaan masyarakat Bali itu jauh lebih rendah daripada Provinsi-Provinsi yang lain? Nah ini harus diselami apa penyebabnya, kan itu,” paparnya.
Setelah diketahui penyebabnya, maka pemerintah wajib hadir untuk melakukan antisipasi.
Tidak hanya membuat pagar, tetapi ini lebih langsung menuju ke setiap sendi-sendi kehidupan masyarakat.
Ia pun menilai pembangunan pagar di Jembatan Tukad Bangkung belum menyelesaikan pokok masalah.
“Pokok masalahnya apa? Kan kefrustasian itu. Iya kan pokok masalahnya kan itu, tekanan mentalnya. Nah itu yang harus dicari dulu apa penyebabnya dan diselesaikan,” imbuhnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga