BALIEXPRESS.ID - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Sabtu (3/1) menghadiri upacara melaspas sekaligus meresmikan Jembatan Suwung Lemo di Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, bertepatan dengan tumpek krulut dan Purnama Kapitu.
Keberadaan jembatan Suwung Lemo memang sudah diperjuangkan oleh warga Suwung Lemo sejak 20 tahun lalu.
Hadir mendampingi Bupati, anggota DPRD Badung Wayan Luwir Wiana bersama I Made Retha, Plt. Kadis PUPR Badung I Nyoman R. Karyasa, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta beserta Tokoh Masyarakat Tanjung Benoa.
Baca Juga: Bupati Adi Arnawa Pantau Langsung Penanganan Banjir, Normalisasi Tukad Pungut Jadi Prioritas
Komitmen Bupati Badung perjuangan warga pun telah dapat diwujudkan.
Salah satu manfaat utama dari pembangunan jembatan kayu ini adalah untuk memperlancar aktivitas adat dan budaya masyarakat, terutama dalam prosesi mengantar jenazah menuju Setra atau tempat pemakaman.
Ini merupakan bukti komitmen kuat dari Bupati Badung untuk mewujudkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Suwung Lemo.
Baca Juga: PHDI Kota Denpasar Tolak Wacana Pemindahan Hari Raya Nyepi
“Kami tidak main-main dan kini terbukti, meskipun di tengah proses pembangunan jalan jembatan kayu ini sempat diragukan, namun dengan komitmen kuat dan dukungan warga Suwung Lemo, sekarang dapat terwujud," jelas Bupati Adi Arnawa. Ia berharap, dengan terbangunnya jembatan yang menelan dana Rp 3,9 miliar ini dapat memudahkan masyarakat setempat dalam beraktivitas.
Khususnya selama ini menjadi kendala ketika ada kematian untuk membawa ke Setra sangat berat harus melewati rawa-rawa.
“Mudah-mudahan dengan adanya jembatan ini akan lebih memudahkan masyarakat dalam beraktivitas dan kedepannya dapat menjadi satu destinasi yang berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat," jelasnya.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalur Denpasar-Gilimanuk: Dua Penumpang Tewas, Salah Satunya Bocah 7 Tahun
Adi Arnawa pun meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar menyiapkan lampu penerangan jalan guna meningkatkan keselamatan, keamanan dan keamanan masyarakat.
Dibagian lainnya, pihaknya mengajak masyarakat Suwung Lemo tetap konsisten mendukung program pemerintah kabupaten badung, terutamanya penanganan masalah sampah berbasis sumber.
Dalam hal ini pemkab badung telah mengoptimalkan TPS3R yang ada di Desa/Kelurahan termasuk TPST di Kecamatan.
Selain itu pemerintah desa dan kelurahan juga didorong untuk membangun teba modern berbasis rumah tangga.
Untuk memberi edukasi dan sosialisasi penanganan sampah, pihaknya juga telah membentuk Satgas penanganan sampah di masing-masing desa/kelurahan.
Dengan begitu masyarakat akan lebih memahami proses penanganan sampah yang dimulai dari memilah sampah dan memanfaatkan sampah organik menjadi kompos, sehingga penanganan sampah di tingkat TPS3R dan TPST menjadi berkurang.
Diakhir sambutannya Bupati Adi Arnawa juga sangat setuju keinginan masyarakat Tanjung Benoa untuk mengembangkan Pulau Pudut menjadi destinasi wisata baru.
Sementara tokoh masyarakat Tanjung Benoa, Ketut Widya menyampaikan, terima kasih kepada Bupati Badung dan Pemkab Badung yang telah membantu pembangunan jembatan Suwung Lemo.
Memang keberadaan jembatan ini sudah dari dulu diidam-idamkan masyarakat Suwung Lemo.
Sejak 3 Januari 2026 telah dipelaspas dan diresmikan oleh Bupati Badung.
Pihaknya juga mendorong Pemkab Badung untuk mengembangkan Pulau Pudut menjadi obyek pariwisata. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga