Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Masuk 2026, Koster Siap Turun ke Lapangan, Fondasi Haluan Bali 100 Tahun Diklaim Rampung

Rika Riyanti • Senin, 5 Januari 2026 | 20:56 WIB

TEGAS: Gubernur Bali Wayan Koster saat pertemuan bersama media di Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Minggu (4/1)
TEGAS: Gubernur Bali Wayan Koster saat pertemuan bersama media di Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Minggu (4/1)

 

 

BALIEXPRESS.ID - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan peran strategis media massa, baik media arus utama maupun media sosial lintas platform, dalam mengawal sekaligus menyampaikan program Pemerintah Provinsi Bali kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan bersama insan pers di Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Minggu (4/1).

Pasca resmi dilantik bersama Wakil Gubernur Bali Giri Prasta, Koster menyebut pemerintahannya masih memusatkan perhatian pada persiapan pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun sebagai fondasi arah pembangunan jangka panjang Pulau Dewata.

“Konsentrasi penuh saya arahkan untuk menyiapkan fondasi pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun,” ujar Koster.

Ia mengapresiasi kontribusi media yang sejak awal dinilai konsisten mengawal dan menyosialisasikan berbagai kebijakan serta program strategis pemerintah daerah.

Menurut Koster, keberadaan media menjadi kunci agar seluruh kebijakan dapat dipahami dan diketahui oleh masyarakat luas.

“Semua program yang sedang dan akan dijalankan Pemerintah Provinsi Bali sudah tersosialisasi dengan sangat baik. Ini berkat peran kawan-kawan media. Kalau tidak ada media, apa yang kami lakukan tidak akan sampai ke masyarakat,” katanya.

Koster menjelaskan, sepanjang tahun 2025 pemerintahannya memprioritaskan penyusunan regulasi dan agenda strategis sebagai pijakan utama Haluan Bali 100 Tahun.

Sejumlah peraturan daerah dan kebijakan mendasar telah disahkan, sementara beberapa regulasi lainnya ditargetkan rampung pada awal 2026.

“Yang berat-berat itu konsennya sudah selesai. Tahun 2026 ini saya akan lebih banyak turun ke masyarakat, melihat langsung kondisi sawah, jalan rusak, persoalan air, hingga rumah tidak layak huni,” katanya.

Meski akan lebih sering turun langsung ke lapangan, Koster menegaskan hal tersebut tidak akan mengurangi konsistensi pelaksanaan Haluan Bali 100 Tahun.

Ia menyebut, arah pembangunan jangka panjang ini merupakan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar pembangunan Bali berjalan dengan visi yang kuat dan terarah.

“Haluan Bali 100 Tahun ini bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk Bali. Ini membangun peradaban Bali agar tetap kuat, berkarakter, dan beridentitas, sekaligus mampu mengikuti dinamika lokal, nasional, dan global,” jelasnya.

Lebih lanjut, Koster menekankan bahwa pembangunan Bali ke depan tidak semata berfokus pada aspek fisik, melainkan pembangunan peradaban yang berpijak pada budaya, tradisi, dan kearifan lokal.

Program penggunaan aksara Bali, bahasa Bali, busana adat Bali, hingga penguatan produk lokal disebut akan terus dilanjutkan dan diperkuat.

“Kita di Bali masih memiliki jati diri yang kuat. Di banyak negara lain, bahkan di Eropa dan Amerika, mereka justru sedang mencari identitas. Bali masih punya, dan itu yang kita rawat dan bangun untuk ratusan tahun ke depan,” katanya.

Ia berharap media dapat terus berperan aktif menyampaikan substansi Haluan Bali 100 Tahun kepada seluruh lapisan masyarakat agar menjadi pemahaman bersama

Koster juga menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan komunikasi dan dukungan anggaran di awal masa pemerintahan, serta berharap sinergi dengan media ke depan dapat berjalan lebih baik dan berkelanjutan.

“Terima kasih atas dedikasi kawan-kawan media sejak Pilkada 2024 hingga perjalanan pemerintahan ini. Mudah-mudahan apa yang kita niatkan bersama bisa berjalan dengan baik demi Bali,” tutupnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#media #bali #megawati #wayan koster