Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Polsek Sukawati Gelar Ops Yustisi Premanisme di Batubulan

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 7 Januari 2026 | 14:21 WIB
PATROLI : Pelaksanaan patroli oleh personel Polsek Sukawati.
PATROLI : Pelaksanaan patroli oleh personel Polsek Sukawati.

BALIEXPRESS. ID – Guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polsek Sukawati menggelar Operasi Cipta Kondisi melalui Ops Yustisi Premanisme yang dirangkaikan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Rabu (7/12) pagi. Kegiatan ini menyasar kawasan strategis dan pusat aktivitas masyarakat di wilayah Desa Batubulan.

Ops Yustisi Premanisme dilaksanakan sekitar pukul 08.50 Wita hingga 09.20 Wita, berlokasi di Stage Barong Puseh Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Operasi tersebut dipimpin oleh Perwira Pengawas (Pawas) IPTU Made Sumbowo dengan didampingi Perwira Pengendali (Padal) AIPTU Made Para, serta melibatkan lima personel gabungan dari berbagai satuan fungsi Polsek Sukawati.

Kegiatan ini merupakan langkah preventif kepolisian untuk mengantisipasi dan menekan potensi tindak kriminalitas, khususnya aksi premanisme yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat maupun wisatawan. Selain melakukan pemantauan situasi, petugas juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, personel mengajak masyarakat agar berperan aktif menjaga keamanan lingkungan serta tidak ragu memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila menemukan orang atau aktivitas yang mencurigakan dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Kapolsek Sukawati, Kompol I Ketut Suaka Purnawasa, menegaskan bahwa pelaksanaan Ops KRYD Premanisme merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Ops Yustisi Premanisme ini merupakan upaya preventif Polsek Sukawati untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas dan segera melaporkan jika mengetahui adanya indikasi gangguan keamanan atau aksi premanisme,” ujar Kompol I Ketut Suaka Purnawasa.

Ia menambahkan, kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Selama pelaksanaan operasi, petugas tidak menemukan adanya copet, gelandangan dan pengemis (gepeng), maupun indikasi aksi premanisme.*

Editor : Putu Agus Adegrantika