Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

UHN IGB Sugriwa Kehilangan Prof Wayan Sugita, Patih Agung Drama Gong dan Guru Besar Seni

Rika Riyanti • Kamis, 8 Januari 2026 | 21:10 WIB

KABAR DUKA: Prof. Dr. I Wayan Sugita, M.Si., seniman sekaligus akademisi berpulang
KABAR DUKA: Prof. Dr. I Wayan Sugita, M.Si., seniman sekaligus akademisi berpulang

 

 

BALIEXPRESS.ID - Dunia seni dan akademik Bali kembali berduka.

Prof. Dr. I Wayan Sugita, M.Si., seniman sekaligus akademisi yang dikenal luas lewat perannya sebagai patih agung dalam drama gong, berpulang pada Rabu malam, 7 Januari 2026.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi civitas akademika Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, tempat Prof. Sugita mengabdi sebagai dosen sekaligus meraih gelar guru besar.

Rektor UHN IGB Sugriwa, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, mengenang Prof. Sugita sebagai sosok seniman multitalenta yang memiliki kontribusi besar di bidang seni dan sastra Bali.

Baca Juga: Presiden Prabowo Apresiasi Capaian Bersejarah Indonesia di SEA Games 2025, Kemenpora Gandeng BRI Salurkan Bonus Atlet

"Selain guru besar, beliau juga seniman multitalenta yang dikenal luas. Banyak ide kreatif yang muncul dari sosoknya," katanya, Kamis (8/1).

Menurut Sudiana, almarhum dikenal sebagai sastrawan Bali serta aktif sebagai pragina drama gong, topeng, hingga dalang.

Dedikasinya di dunia seni juga diwujudkan dengan mendirikan Sanggar Sekdut sebagai ruang berkarya dan berekspresi.

"Beliau betul-betul seniman yang banyak punya ide kreatif sampai mendirikan Sanggar Sekdut. Kemudian bagi teman-teman di kampus, beliau sebagai salah satu guru besar yang memberikan inspirasi bidang seni, penekun sastra Bali," tuturnya.

Baca Juga: Komisi IV DPRD Badung Gelar Rapat, Minta RSD Mangusada Tingkatkan Pelayanan

Sudiana menilai Prof. Sugita sebagai figur yang jarang ditemukan, karena mampu menjembatani dunia akademik dan kesenian secara bersamaan.

"Kami sangat kehilangan sosok langka, seorang profesor di bidang seni. Talentanya dikenal publik sampai dapat julukan patih agung. Kami merasa kehilangan salah satu putra terbaik," jelasnya.

Kabar duka tersebut diterima Sudiana saat sedang mengikuti rapat peringatan hari ulang tahun kampus.

"Pas rapat HUT, sekitar setengah delapan malam. Ponakannya bilang beliau meninggal," ungkapnya.

Terkait kondisi kesehatan, Sudiana menjelaskan bahwa Prof. Sugita awalnya sempat beraktivitas seperti biasa sebelum mengalami stroke.

Almarhum juga diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.

Baca Juga: PELATARAN: Solusi untuk Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan di Akhir Pekan

Prof. Sugita sempat menjalani perawatan selama kurang lebih satu pekan di RSUD Wangaya sebelum akhirnya berpulang.

Hingga kini, jenazah masih dititipkan di RSUD Wangaya.

Di lingkungan UHN IGB Sugriwa, Prof. Wayan Sugita tercatat sebagai dosen pada Jurusan Sastra Bali.

Almarhum lahir di Gianyar pada 8 Mei 1965 dan berasal dari Banjar Bukit Batu, Samplangan, Gianyar.(ika)

Editor : Rika Riyanti
#bali #Wayan Sugita #drama Gong #uhn sugriwa