Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ini Kendalanya, RS Giri Asih dan RS Suwiti Milik Pemkab Badung Belum Beroperasi

Putu Resa Kertawedangga • Minggu, 11 Januari 2026 | 18:34 WIB

Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr Made Padma Puspita.
Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr Made Padma Puspita.

BALIEXPRESS.ID - Dua rumah sakit baru milik Pemkab Badung, yakni RS Giri Asih dan RS Suwiti hingga kini belum beroperasi.

Meski telah memiliki bangunan serta kelengkapan di dalamnya, keduanya ternyata masih terhambat izin operasional.

Hal ini pun tak dibantah oleh Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr Made Padma Puspita, Minggu (11/1).

Baca Juga: Peserta Pasraman di Desa Mas Dikuatkan Pemahaman Tri Kaya Parisudha dan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

Menurut Padma Puspita, izin operasional saat ini tengah berproses dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

Pembukaan rumah sakit baru pun diakui harus melalui sejumlah tahapan yang ketat.

“Astungkara mudah-mudahan bulan niki (ini) keluar (izin operasional). Sudah divisitasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Badung, dan dari PERSI juga sudah,” ujarnya.

Baca Juga: Polsek Blahbatuh Gencarkan Patroli Malam Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Pihaknya menyebutkan, tahapan pembukaan sebuah rumah sakit diawali dengan pengurusan izin operasional.

Kemudian akan dilanjutkan pada tahapan akreditasinya.

Tanpa akreditasi, rumah sakit tidak bisa menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Pohon Kelapa Tumbang di Jalan Raya Sema, Petugas Gabungan Sigap Lakukan Penanganan

Tahap terakhir dilakukan proses credentialing oleh BPJS Kesehatan.

“Kalau belum akreditasi, tidak boleh atau tidak bisa juga kerja sama dengan BPJS. Nah, setelah itu baru kerja sama BPJS,” ungkapnya.

Selain kesiapan izin operasional dan administrasi lainya, Padma Puspita menerangkan, saat ini juga sedang dilakukan kesiapan sumber daya manusia (SDM).

Sebab kebutuhan dokter spesialis masih dalam tahap pemenuhan.

Bahkan akan dilakukan pergeseran tenaga dari RSD Mangusada sebagai rumah sakit induk ke RS Giri Asih dan RS Suwiti.

“Memang ada beberapa tenaga kesehatan seperti dokter spesialis yang akan kami lakukan pergeseran. Karena kami kan punya rumah sakit induk di RSD Mangusada. Nah, dibutuhkan untuk melengkapi, karena semeton kita yang di Petang maupun di Abiansemal kan juga membutuhkan layanan,” terang mantan Direktur Pelayanan RSD Mangusada tersebut.

Lebih lanjut pihaknya menambahkan, kecepatan layanan kesehatan tetap harus sejalan dengan mutu layanan.

Terlebih kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan di Abiansemal dan Petang dinilai sangat tinggi.

“Kalau yang Abiansemal itu sudah kita survei juga sebenarnya, cukup tinggi keinginan masyarakat. Hanya saja di sana (RS Giri Asih) masih 100 bed. Mudah-mudahan fiskal kita bagus, nanti dibangun lagi ruangan di RS Giri Asih. RS Suwiti nanti ada yang berbeda sedikit. Bahkan itu mudah-mudahan bisa internasional di Suwiti,” jelasnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#rumah sakit #Pemkab Badung #giri