Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hujan Deras Picu Rentetan Bencana di Buleleng, Longsor Tutup Akses Jalan hingga Sekolah Rusak Berat

Dian Suryantini • Senin, 12 Januari 2026 | 14:13 WIB

Pembersihan material longsor yang terjadi di Banjar Dinas Tabang, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng.
Pembersihan material longsor yang terjadi di Banjar Dinas Tabang, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Buleleng sejak akhir pekan lalu memicu serangkaian bencana alam di sejumlah kecamatan. Tanah longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan fasilitas umum terjadi hampir bersamaan.

Peristiwa terbaru terjadi pada Senin, 12 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 Wita. Tanah longsor dilaporkan menutup aset jalan di Banjar Dinas Tabang, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan. Material longsoran menutup akses jalan menuju Desa Bontihing. Warga Banjar Dinas Tabang secara swadaya langsung turun tangan membersihkan longsoran agar akses transportasi tidak terputus lebih lama.

“Tim BPBD Buleleng juga telah terjun melakukan penanganan sehingga jalan perlahan dapat dilalui,” ujar Kepala BPBD Buleleng, Gede Suyasa.

Hujan deras yang disertai angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di Kecamatan Seririt. Pada Senin pagi, 12 Januari 2026, sekitar pukul 08.45 Wita, sebuah pohon beringin tumbang dan menimpa gedung SMP Negeri 3 Seririt. BPBD telah melakukan asesmen terhadap kejadian tersebut.

Akibat tertimpa pohon, gedung TIK yang juga difungsikan sebagai perpustakaan dan tempat pengolahan sampah dengan ukuran sekitar 15 x 10 meter mengalami kerusakan berat dan hampir roboh. Selain itu, tembok penyengker halaman sekolah berbahan batako sepanjang 15 meter dengan tinggi 1,5 meter dilaporkan jebol. Total nilai kerusakan ditaksir mencapai Rp350 juta.

Kerusakan pada ruang lab TIK di SMPN 3 Seririt akibat tertimpa pohon beringin.
Kerusakan pada ruang lab TIK di SMPN 3 Seririt akibat tertimpa pohon beringin.

Gedung yang nyaris roboh tersebut saat ini dinilai mengancam bangunan ruang kelas yang berada di depannya. Pemilik pohon tengah berupaya membersihkan bagian pohon yang menimpa bangunan sekolah. Kerusakan ini telah dilaporkan kepada Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng untuk ditindaklanjuti dalam upaya perbaikan.

Sehari sebelumnya, Minggu malam, 11 Januari 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng juga menerima laporan tanah longsor di wilayah Banjar Pebantenan, Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada. Longsor terjadi sekitar pukul 20.30 Wita akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Baca Juga: Tabrakan Saat Hujan, Pengendara Motor Terpental dan Hanyut di Gorong-gorong, Tim SAR Lakukan Pencarian

Berdasarkan laporan warga, longsoran berasal dari senderan jalan yang jebol dan menimpa dapur rumah warga atas nama Ketut Sandiase. Kerusakan terjadi pada dapur rumah yang  berukuran sekitar 3 x 3 meter. Senderan jalan yang jebol memiliki panjang sekitar 10 meter dengan tinggi 2,5 meter. Posisi rumah yang berada jauh di bawah badan jalan diduga memperparah dampak longsoran.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu III BPBD Buleleng segera melakukan asesmen di lokasi kejadian serta menyalurkan bantuan logistik. Bantuan yang diserahkan meliputi satu buah terpal, satu paket sandang, satu paket sembako, satu paket kebersihan, satu buah matras, dan satu buah selimut. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Pemilik rumah bersama warga setempat berencana melaksanakan gotong royong untuk membersihkan material longsoran.

Masih pada hari yang sama, Minggu, 11 Januari 2026, tanah longsor juga terjadi di Banjar Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, sekitar pukul 18.30 Wita. Longsor tersebut menimpa rumah warga atas nama Made Widarsana. Akibat kejadian itu, rumah dengan ukuran sekitar 5 x 6 meter mengalami kerusakan, serta dua unit sepeda motor ikut tertimbun material longsor.

Kerugian akibat longsor di Desa Munduk ditaksir mencapai kurang lebih Rp15 juta. Penanganan di lokasi melibatkan Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL), TRC Regu III, staf Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR), kepala dusun setempat, serta unsur linmas. BPBD juga menyalurkan bantuan logistik serupa kepada korban, sementara warga setempat bersama pemilik rumah melakukan gotong royong pembersihan. ***

Editor : Dian Suryantini
#Januari #hujan deras #BPBD #sukasada #seririt #pohon tumbang #buleleng #longsor