SINGARAJA, BALI EXPRESS – Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Regu III Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng bergerak cepat menangani bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Penanganan dilakukan pada Senin, (12/1), menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sehari sebelumnya.
Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Minggu, 11 Januari 2026, sekitar pukul 16.00 Wita, menyebabkan aliran air meluap dan memicu longsor di sejumlah titik. Akibatnya, beberapa pelinggih di area perumahan warga serta lima Banjar Dinas terdampak langsung oleh kejadian tersebut.
Kepala BPBD Buleleng, I Gede Suyasa menjelaskan, lima Banjar Dinas yang terdampak yakni Banjar Dinas Peken, Banjar Dinas Buyan, Banjar Dinas Lalang Linggih, Banjar Dinas Karma, dan Banjar Dinas Dasong. Berdasarkan hasil asesmen dan kaji cepat di lapangan, total terdapat 47 kepala keluarga (KK) yang terdampak akibat bencana banjir dan longsor tersebut.
Baca Juga: Hujan Deras Picu Rentetan Bencana di Buleleng, Longsor Tutup Akses Jalan hingga Sekolah Rusak Berat
Dalam kegiatan penanganan ini, TRC-PB Regu III BPBD Buleleng bekerja bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (Kabid PK), Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kabid RR), serta didukung oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng.
“Tim gabungan melakukan asesmen kondisi lapangan sekaligus melaksanakan kaji cepat untuk memastikan tingkat kerusakan, kebutuhan warga, serta langkah penanganan yang harus segera dilakukan,” ujarnya.
Selain asesmen, BPBD Buleleng juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Bantuan yang didistribusikan berupa 40 buah matras untuk membantu kebutuhan dasar warga, khususnya bagi keluarga yang terdampak langsung dan memerlukan alas tidur sementara.
Upaya penanganan di lapangan difokuskan pada pembersihan material lumpur dan longsoran yang menutup akses serta menggenangi area permukiman. Dalam proses tersebut, tim menggunakan sejumlah peralatan yang dibawa ke lokasi, antara lain enam buah sekop, dua buah arco, serta satu unit mesin pompa air untuk membantu mempercepat proses penyedotan genangan air.
BPBD Kabupaten Buleleng memastikan bahwa hingga saat ini, seluruh upaya penanganan darurat telah selesai dilaksanakan. Kondisi di lokasi kejadian berangsur normal dan akses di wilayah terdampak telah kembali dapat digunakan oleh masyarakat. ***
Editor : Dian Suryantini