SINGARAJA, BALI EXPRESS – Upaya pencarian terhadap korban kecelakaan lalu lintas yang hanyut terbawa arus di wilayah Kecamatan Buleleng akhirnya membuahkan hasil. Korban bernama Made Serina, 59 ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Pantai Lingga, Kelurahan Banyuasri, Kabupaten Buleleng, Senin (12/1), setelah dilakukan pencarian selama hampir delapan jam oleh tim SAR gabungan.
Sebelumnya, Made Serina dilaporkan hanyut setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di perempatan Jalan Laksamana–Serma Karma, wilayah Galiran, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, sekitar pukul 09.00 Wita. Insiden tersebut melibatkan sebuah mobil Toyota Avanza dan sepeda motor Honda Beat DK 6662 UALyang dikendarai korban.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, menjelaskan proses pencarian dilakukan sekitar pukul 09.45 wita. Pencarian dilakukan dengan menyusuri saluran air hingga ke kawasan Pantai Penimbangan yang merupakan jalur aliran. Sekitar pukul 16.50 wita korban ditemukan mengambang di antara muara sungai dan laut.
“Setelah dipastikan, memang benar target adalah yang kami cari. Sekilas, kondisi tubuh ada luka lecet sedikit,” ungkapnya.
Berdasarkan lokasi penemuan, korban diduga sempat mengapung di wilayah perairan Pantai Penimbangan. Lantaran arus yang kuat, korban diduga terbawa hingga ke kawasan Pantai Lingga.
“Kemungkinan sempat masuk perairan di sana. Sebab dilihat dari titik kordinatnya, tidak mungkin aliran airnya tembus di Pantai Lingga. Kemungkinan sempat terseret lagi,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, mobil Toyota Avanza bernomor polisi DK 1584 UZ yang dikemudikan Putu Hari Swastika,40, warga Banjar Dinas Tengah, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, melaju dari arah barat. Saat melintasi persimpangan, lampu lalu lintas di jalur tersebut dalam kondisi hijau.
Di saat bersamaan, sepeda motor Honda Beat yang dikendarai Made Serina datang dari arah selatan. Diduga, kendaraan roda dua tersebut melaju ketika lampu lalu lintas masih menyala merah, sehingga tabrakan dengan mobil tidak dapat dihindari.
Benturan keras membuat korban terpental ke gorong-gorong atau aliran kali yang berada di sisi jalan. Saat kejadian, hujan deras mengguyur wilayah tersebut sehingga arus air menjadi sangat kuat. Korban pun terseret arus dan hanyut.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengatakan pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan yang cukup berisiko serta derasnya arus air akibat hujan.
“Setelah hampir delapan jam pencarian, korban akhirnya ditemukan di kawasan Pantai Lingga, Kelurahan Banyuasri, berjarak beberapa kilometer dari lokasi awal kejadian,” terangnya.
Jenazah Made Serina kemudian dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses penanganan lebih lanjut. ***
Editor : Dian Suryantini