BALIEXPRESS.ID – Anggaran pemeliharaan rutin Alun-Alun Bangli tahun ini masih terbatas.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangli hanya mengalokasikan dana sebesar Rp167 juta untuk pemeliharaan fasilitas di kawasan ruang publik tersebut.
Kepala DLH Bangli, I Putu Ganda Wijaya, mengatakan keterbatasan anggaran membuat pemeliharaan rutin harus dilakukan dengan skala prioritas.
Dampaknya, tidak semua fasilitas bisa ditangani secara bersamaan. “Kami harus menggunakan skala prioritas,” ujar Ganda ditemui Selasa (13/1/2026).
Ganda menegaskan bahwa kondisi keterbatasan anggaran hampir terjadi setiap tahun.
Oleh karena itu, penanganan fasilitas dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan yang paling mendesak.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah area food court yang kerap mengalami kebocoran saat hujan deras.
Perbaikan belum bisa dilakukan secara menyeluruh. Ia mencontohkan tahun lalu, perbaikan hanya sebatas pada saluran limbah dan talang air.
“Untuk perbaikan total belum bisa dilakukan karena anggaran tidak mencukupi,” jelasnya.
Dari total anggaran pemeliharaan rutin sebesar Rp167 juta tahun ini, sekitar Rp25 juta dialokasikan untuk penanganan food court.
Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), tidak hanya food court yang membutuhkan perhatian.
Sejumlah sarana bermain terlihat tidak utuh, begitu pula beberapa fasilitas fitnes yang sudah rusak dan belum mendapatkan penanganan.
Selain itu, kebersihan toilet di selatan food court juga menjadi perhatian.
Ganda mengingatkan, kebersihan fasilitas umum itu hendaknya menjadi tanggung jawab bersama, baik itu petugas kebersihan maupun pengunjung. (*)
Editor : I Made Mertawan