BALIEXPRESS.ID - Pemkab Badung kembali akan menggelar festival ogoh-ogoh yang bertajuk Bhandana Bhuhkala.
Rencananya festival ini akan digelar sebelum Hari Raya Nyepi dengan lokasi yang sama di area Puspem Badung.
Namun konsep pelaksanaan festival ini dipastikan akan lebih matang dibangingkan tahun 2025.
Baca Juga: Sanksi Poligami di Desa Tenganan, Hak Istimewa Dicabut, Turut Dirasakan Orang Tua
Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha mengatakan, festival ogoh-ogoh Badung 2026 direncanakan berlangsung sebelum pelaksanaan Tawur Agung Kesanga, namun tanggal pastinya belum ditentukan.
Dari hasil evaluasi, durasi pelaksanaan festival rencananya akan diperpanjang menjadi empat hari.
“Pelaksanaannya kami rancang selama empat hari, dengan pemikiran agar konsentrasi massa itu, utamanya yang dari kalangan yang memiliki ogoh-ogoh dimaksud dapat terurai. Dibagi harinya biar tidak menjadi penumpukan penonton atau pengunjung di dua hari seperti pelaksanaan hari pertama,” ujar Sudarwitha saat dikonfirmasi Rabu (14/1).
Baca Juga: Cegah LSD, Disperpa Badung Harapkan Peternak Sapi Tingkatkan Kewaspadaan
Pihaknya menyebutkan, penampilan atau atraksi ogoh-ogoh pun kini dipastikan akan berbeda.
Terlebih pada pelaksanaan kali ini tidak lagi terpusat dibsatu titik.
Selain itu akan ada perbedaan dari pola penilaian.
Baca Juga: Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Target Putus Kemiskinan Ekstrem Lewat 500 Sekolah
“Untuk rute-rute daripada penampilan, itu mungkin tidak di satu titik melainkan di dua atau tiga pos di areal Puspem. Mungkin untuk pos utamanya adalah ini undangan dari pimpinan daerah dan OPD terkait. Kemudian ada pos kedua pos ketiga, di sana dinilai juga,” ungkapnya.
Sudarwitha pun menjawab keluhan seniman memgenai kualitas tenda pada pelaksanaan perdana tahun lalu.
Ia pun memastikan akan ditindaklanjuti pada festival ogoh-ogoh tahun 2026.
Bahkan panitia merencanakan penggunaan tenda yang lebih representatif dengan sistem rigging. “Tendanya kami tingkatkan kualitasnya dan Sekaa Teruna juga kami persilakan menambahkan hiasan sesuai kreativitas masing-masing,” terang mantan Camat Petang tersebut.
Lebih lanjut ia menambahkan, mengenai alur masuk penonton ke Puspem Badung juga akan difokuskan satu arah.
Konsepnya pun akan mirip dengan pengamanan dan lalu lintas saat peringatan HUT Mangupura.
Termasuk dalam mengantisipasi lonjakan pengunjung, panitia akan memperbanyak kantong parkir, dan akan disediakan area kuliner dan UMKM.
“Menjelang pelaksanaan festival nanti akan terus dirapikan lagi, dicermati lagi, agar lebih nyamanlah penonton dan pengunjung nanti. Sehingga kita bisa menghasilkan event yang berkualitas dalam Festival Bhandana Bhuhkala yang kedua ini,” jelasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga