BALIEXPRESS.ID- Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Buleleng kembali memicu terjadinya bencana hidrometeorologi.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng melaporkan terjadinya musibah tanah longsor yang menimpa satu unit rumah warga di Banjar Dinas Tegalasih, Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (15/1/2026), sekitar pukul 17.30 Wita.
Berdasarkan hasil asesmen, material tanah yang labil akibat guyuran hujan deras tak mampu menahan beban air, sehingga amblas dan menghantam bangunan di bawahnya.
Kepala BPBD Buleleng, I Gede Suyasa menjelaskan, rumah milik Made Redita, warga setempat, menjadi sasaran utama material longsoran.
Bangunan berukuran 8×4 meter tersebut mengalami kerusakan berat setelah tertimbun material tanah.
Besarnya volume longsoran dan kerusakan struktur bangunan, kerugian materiil yang dialami korban ditaksir mencapai Rp30 juta.
"Beruntung, meski kerusakan bangunan tergolong parah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa memilukan ini," ujarnya.
Pemilik rumah beserta anggota keluarga dilaporkan berhasil menyelamatkan diri sebelum material tanah sepenuhnya menimbun tempat tinggal mereka.
Mendapat laporan adanya musibah tersebut, Tim TRC Regu I BPBD Kabupaten Buleleng segera meluncur ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan pendataan.
Penanganan di lokasi kejadian dilakukan secara sinergis oleh berbagai unsur keamanan dan pemerintahan setempat.
Saat ini korban sangat membutuhkan bantuan darurat. Mengingat kondisi rumah yang tidak lagi layak huni untuk sementara waktu, beberapa kebutuhan mendesak yang telah dipetakan meliputi, paket logistik dan sembako untuk pemenuhan pangan harian.
Terpal guna menutupi sisa bangunan atau area rawan longsor susulan. Matras, selimut, dan paket sandang untuk kenyamanan tempat istirahat sementara.
Pihak BPBD Kabupaten Buleleng kembali mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah perbukitan dan lereng curam seperti wilayah Kecamatan Busungbiu, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.
Mengingat curah hujan yang diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, warga diminta segera mengevakuasi diri secara mandiri jika melihat tanda-tanda retakan tanah atau hujan lebat yang berlangsung lebih dari dua jam tanpa henti.
"Saat ini, situasi di lokasi kejadian masih dalam pemantauan ketat, dan koordinasi dengan dinas terkait sedang dilakukan untuk penyaluran bantuan sosial lebih lanjut kepada keluarga Bapak Made Redita," tutupnya. (*)
Editor : I Made Mertawan