Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cegah LSD Masuk Bangli, Peternak Diminta Selektif Datangkan Sapi

I Made Mertawan • Senin, 19 Januari 2026 | 08:33 WIB
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli I Wayan Sarma.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli I Wayan Sarma.

BALIEXPRESS.ID – Pemkab Bangli memastikan wilayahnya masih aman dari penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang sapi dan kerbau, meski wabah tersebut sempat ditemukan di Kabupaten Jembrana.

Kewaspadaan tetap diperketat melalui berbagai upaya. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma.

Sarma mengatakan bahwa Bangli hingga kini belum menemukan kasus LSD.

Hal ini tidak terlepas dari langkah Pemkab Jembrana yang langsung memberlakukan lockdown ternak setelah sejumlah sapi positif LSD.

LSD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan menyerang sapi serta kerbau.

Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan atau totol-totol pada kulit ternak.

Selain itu, sapi yang terinfeksi biasanya mengalami demam tinggi dan pembengkakan pada bagian leher. Dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat menyebabkan kematian ternak.

Sarma menyebutkan bahwa penularan LSD dapat terjadi melalui udara maupun melalui vektor seperti lalat yang sebelumnya hinggap pada sapi terpapar.

Oleh karena itu, potensi penyebaran penyakit ini dinilai cukup cepat jika tidak diantisipasi.

Untuk mencegah masuknya LSD ke Bangli, Dinas PKP Bangli menekankan pentingnya penerapan biosekuriti.

Akses keluar-masuk kandang dibatasi untuk mengurangi risiko penularan. Peternak juga diingatkan agar tidak sembarangan mendatangkan ternak baru. 

"Kami mengimbau peternak yang ingin mendatangkan  bibit harus dipastikan asal bibit aman dari LSD," pesan Sarma pada Minggu (18/1/2026).

Dalam waktu dekat, lanjut Sarma, Dinas PKP juga Bangli akan mengumpulkan para penyuluh peternakan.

Langkah ini dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait LSD agar penyuluh mampu menyampaikan upaya pencegahan kepada peternak. Dengan begitu populasi sapi sekitar 53 ribu ekor aman dari LSD. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#LSD #bangli #penyakit sapi