Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Proyek Jalan Baru di Desa Taro Kembali Longsor

Putu Agus Adegrantika • Senin, 19 Januari 2026 | 19:26 WIB
LONGSOR : Jalan menuju Banjar Tebuana, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, longsor.
LONGSOR : Jalan menuju Banjar Tebuana, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, longsor.

BALIEXPRESS.ID — Belum genap sepekan dikerjakan, proyek pembangunan jalan baru menuju Banjar Tebuana, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, kembali diterjang longsor. Hujan deras yang mengguyur wilayah setempat dengan intensitas tinggi selama sepekan terakhir diduga menjadi pemicu utama ambrolnya material tanah di lokasi proyek.

Longsor tersebut menyebabkan badan jalan amblas dengan ketinggian diperkirakan mencapai 50 meter dan panjang sekitar 10 meter. Demi keselamatan pengguna jalan, akses menuju Banjar Tebuana terpaksa kembali ditutup sementara. Di lokasi proyek juga tampak belum tersedia saluran drainase maupun pondasi penguat, sementara kondisi tanah diketahui labil dan cuaca masih belum bersahabat.

Tak hanya jalur proyek jalan baru yang terdampak. Material longsor juga sempat menutup jalan penghubung antar kecamatan Payangan–Tegallalang, tepatnya di Banjar Tatag, Desa Taro, sehingga mengganggu aktivitas dan mobilitas warga.

Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, Senin (19/1), mengatakan pihak desa bergerak cepat menindaklanjuti kejadian tersebut. Pembersihan material longsor dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan unsur TNI, Polri, serta masyarakat setempat agar akses jalan utama bisa segera difungsikan kembali.

“Begitu menerima laporan, kami langsung turun ke lokasi bersama TNI, Polri, dan warga untuk melakukan pembersihan. Untuk jalur proyek jalan baru masih harus ditutup sementara demi keamanan,” ujarnya.

Warka menilai longsor tersebut merupakan risiko pekerjaan proyek yang dilaksanakan pada musim hujan. Namun demikian, ia menegaskan perlunya langkah perbaikan yang lebih matang dari pihak kontraktor agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Ini memang risiko penggarapan proyek di musim hujan, tetapi kami berharap kontraktor melakukan perbaikan dengan perhitungan teknis yang lebih kuat dan matang,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat Desa Taro berada di kawasan pegunungan yang rawan bencana, terutama longsor dan pohon tumbang saat curah hujan tinggi. Hingga kini, jalur menuju Banjar Tebuana masih ditutup sementara sambil menunggu penanganan lanjutan dari pihak terkait.*

Editor : Putu Agus Adegrantika