Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Antisipasi LSD Meluas, Pemkab Jembrana Gelar Vaksinasi Sapi di Dua Kecamatan

I Gde Riantory Warmadewa • Rabu, 21 Januari 2026 | 07:58 WIB
Vaksinasi massal ternak sapi yang dilaksanakan di Kecamatan Negara dan Melaya, Kabupaten Jembrana, Selasa (20/1/2026).
Vaksinasi massal ternak sapi yang dilaksanakan di Kecamatan Negara dan Melaya, Kabupaten Jembrana, Selasa (20/1/2026).

BALIEXPRESS.ID- Upaya melindungi ternak sekaligus menjaga sumber penghidupan peternak terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Peringan), vaksinasi massal penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) mulai digelar di sejumlah wilayah yang terdeteksi kasus, Selasa (20/1/2026).

Sejak pagi, petugas dari Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) menyambangi kandang-kandang sapi milik warga.

Di tengah kekhawatiran peternak akan penyakit kulit berbenjol yang dapat menurunkan produktivitas ternak, vaksinasi ini menjadi secercah harapan.

Kepala Bidang Keswan-Kesmavet Dinas Peringan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, menjelaskan bahwa tahap awal vaksinasi difokuskan pada dua kecamatan yang telah terpapar LSD, yakni Kecamatan Negara dan Kecamatan Melaya.

Di Kecamatan Negara, vaksinasi dilakukan di Kelurahan Baler Bale Agung dan Desa Baluk. Sementara di Kecamatan Melaya, sasaran vaksinasi meliputi Banjar Benel dan Desa Manistutu.

Total sebanyak 160 ekor sapi berhasil divaksin, masing-masing 80 ekor di Kecamatan Negara dan 80 ekor di Kecamatan Melaya.

“Untuk tahap awal ini, di Melaya ada 80 ekor dan di Negara juga 80 ekor sapi yang sudah divaksin,” ungkap Sugiarta.

Ia menegaskan, vaksinasi diprioritaskan pada desa dan kelurahan yang sudah terpapar LSD, dengan target cakupan minimal 50 persen di setiap wilayah sasaran.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya menahan laju penyebaran penyakit agar tidak meluas ke daerah lain.

“Kami targetkan di zona tertular dulu. Coverage kami per desa minimal 50 persen, sesuai dengan estimasi populasi ternak yang ada,” jelasnya.

Meski demikian, keterbatasan stok vaksin masih menjadi tantangan. Jumlah vaksin yang tersedia saat ini belum sebanding dengan populasi sapi di Jembrana, khususnya di Kecamatan Negara dan Melaya.

Kondisi ini telah dilaporkan kepada pimpinan daerah untuk mendapat perhatian lebih lanjut.

“Informasi dari kementerian, sudah disiapkan lagi sekitar 6 ribu dosis vaksin. Kami berharap bantuan ini bisa segera disalurkan, sehingga vaksinasi dapat dilanjutkan dan diperluas,” harapnya.

Tak hanya vaksinasi, petugas juga memberikan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh sapi serta melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan kandang.

Edukasi langsung kepada peternak turut dilakukan, mulai dari pentingnya kebersihan kandang hingga pola perawatan ternak yang baik sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

“Edukasi ini sangat penting agar peternak memahami cara perawatan dan menjaga kebersihan kandang, sehingga risiko penyebaran LSD bisa ditekan,” pungkas Sugiarta. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#LSD #penyakit sapi #jembrana