BALIEXPRESS.ID - Mantan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Badung, I Wayan Suyasa telah dipastikan telah meninggalkan partai berlambang beringin tersebut.
Keputusan mantan Calon Bupati Badung ini pun dihormati oleh seluruh kader Golkar, terlebih kepindahan figur partai adalah hal yang biasa.
Di internal partai ini pun telah terjadi tiga kali kepindahan pemimpinnya di Kabupaten Badung.
Baca Juga: Arah Baru Transformasi Diapresiasi Global, The Banker Nobatkan BRI Sebagai Bank of The Year 2025
Sekretaris DPD Partai Golkar Badung, I Made Tomy Martana Putra mengatakan, pihaknya sangat menghargai keputusan dari Wayan Suyasa.
Dirinya menilai hal ini adalah hak dari seluruh rakyat Indonesia dalam menentukan sikap politiknya.
“Biasa, ada yang pergi, ada yang datang, itu biasa. Dan itu merupakan hak beliau selaku warga negara yang selama ini juga merupakan seorang politisi. Terima kasih kepada Pak Suyasa, karena atas dedikasi yang selama ini memimpin Partai Golkar Bandung,” ujar Tomy saat dihubungi Rabu (21/1).
Baca Juga: Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Badung Perkuat Pengamanan dan Pulihkan Citra Tukad Bangkung
Meski tidak mengetahui alasannya secara psti, Politisi asal Pecatu ini pun menerangkan, Wayan Suyasa telah mengundurkan diri dengan surat yang tertanggal 18 November 2025.
Bahkan Tomy menyatakan, dalam Musda pemilihan Ketua DPD II, yang bersangkutan juga tidak mencalonkan diri. “Kami di Golkar adalah partai yang demokratis, siapapun bisa jadi ketua, dan kami bukan tidak memilih pak Suyasa. Tapi pak Suyasa yang tidak maju, Pak Suyasa yang mundur, saya tidak tahu karena apa,” ungkapnya.
Terkait kondisi Partai Golkar saat ini, Tomy mengaku, tidak ada gejolak-gejolak.
Baca Juga: Angin Puting Beliung Terjang Sidakarya, Puluhan Rumah Rusak: Warga Masih Trauma
Terlebih dari kepemimpinan Gde Sumerjaya Linggih dan Anak Agung Ketut Agus Nadi Putra tetap akan berjalan.
Bahkan dirinya mengaku kini DPD Partai Golkar Badung semakin solid.
“Pak Demer kan bukan orang baru juga di dunia politik, Turah Tut figur yang juga loyal terhadap partainya. Jadi Partai Golkar Badung tetap solid, malah bahkan tambah solid lagi,” jelas politisi yang juga sepupu dari Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa tersebut.
Disinggung terkait kepindahan kader lainnya, dirinya tidak mengetahui kedepannya.
Namun untuk pengurus partai sepengetahuannya tidak ada yang akan pindah.
Jika ada yang mengikuti jejak Wayan Suyasa, Anggota DPRD Badung ini menilai kader tersebut tidak loyal terhadap partainya.
Sementara terkait anak dari Suyasa, Tomy mengaku, tidak mengetahui secara pasti keputusan yang akan diambil. Sebab hal tersebut dinilai sebagai ranah di tingkat DPD I dan DPP Golkar.
“Tapi kalau masalah loyalisnya di luar, ya itu pribadi. Berarti kan kalau yang pindah ikut Pak Suyasa, itu kan berarti bukan orang Golkar,” tegasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga