Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Siap Tampil di PKB 2026, Yayasan Seni Wahyu Semara Shanti Fokus Gembleng Penabuh Muda di Bali Utara

I Putu Mardika • Jumat, 23 Januari 2026 | 07:45 WIB

 

Para penabuh muda dari Yayasan Seni Wahyu Semara Shanti
Para penabuh muda dari Yayasan Seni Wahyu Semara Shanti
BALIEXPRESS.ID-Yayasan Seni Wahyu Semara Shanti terus melakukan pembinaan secara mandiri (sebunan) untuk mempersiapkan seleksi gong kebyaranak anak Duta Buleleng. Mereka dipersiapkan untuk tampil di PKB 2026.

Kepada Bali Express, Kadek Angga Wahyu Pradana, M.Sn selaku founder Yayasan Seni Wahyu Semara Shanti pada Rabu (21/1) menjelaskan jika kegiatan pelatihan ini melibatkan beragam unsur praktisi dan seniman.

Bahkan, tidak jarang para dosen seni dari IAHN Mpu Kuturan juga sering terlibat dalam kegiatan pembinaan ini.

Menurutnya, seluruh penabuh yang terlibat adalah sumber daya manusia (SDM) murni hasil didikan internal sanggar, mayoritas merupakan anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah yang dibina dari nol.

“Kami harus memaksimalkan potensi lokal tunas muda Buleleng, kami yakin jika dikelola secara professional, pasti akan menjadi seniman yang berkualitas dan professional,” ujarnya.

Angga menambahkan, proses latihan di yayasan ini dikenal sangat ketat dan terukur. Bahkan,kedisiplinan bukan hanya diterapkan pada penguasaan teknik menabuh, melainkan pada hal penting yakni waktu dan sikap (attitude).

“Anak-anak didik ditempa untuk memiliki mentalitas yang kuat, ketepatan waktu, dan dilatih memiliki respek terhadap sesame seniman. Ini juga menjadi tanda, bahwa seni Gong Kebyar bukan sekadar hiburan, melainkan media pembentukan karakter manusia yang tangguh dan beretika,” imbuhnya.

Sentuhan karakter Bali Utara juga begitu kentara ditampilkan dari yayasan ini dengan media gamelan Gong Kebyar Mepacek yang khas. Instrumen ini memiliki karakter suara yang tegas, nyaring, dan memiliki daya ledak yang kuat, sangat sesuai dengan gaya permainan karawitan Bali Utara yang dinamis dan ekspresif.

“Gamelan ini menjadi identitas sekaligus andalan utama dari yayasan dalam menunjukkan estetika asli Buleleng di hadapan tim seleksi dari Dinas Kebudayaan,” sebutnya.

para penari juga dijarkan oleh Maestro Tari Bali Utara, Luh Menek
para penari juga dijarkan oleh Maestro Tari Bali Utara, Luh Menek

Di sisi lain, sinergi Akademisi dan kunjungan para Maestro senit tabuh sangat diharapkan keterlibatannya dalam membimbing para penabuh. Para akademisi dan maestro acapkali berbagi ilmu baik teori maupun saat praktek kepada para penabuh.

“Sering kami menerima kunjungan rutin dari dosen-dosen seni budaya IAHN Mpu Kuturan Singaraja untuk memberikan penguatan teoritis dan estetis,” ungkapnya.

Bahkan, nak-anak yayasan juga melakukan "sowan seni" dengan mendatangi langsung maestro tari legendaris Buleleng, Luh Menek.

Menurutnya, para penabuh muda bisa menyerap langsung ilmu yang diajarkan dari sang maestro, sehingga kemampuan menbuh benar-benar menyatu dengan seni tari.

Selain itu, rekam jejak pendiri Yayasan ini juga tak bisa dianggap remeh. Ia terlibat dalam berbagai garapan pada sejumlah event. Mulai dari Buleleng Festival dan Lovina Festival, hingga sebagai Duta Baleganjur (2015), Duta Gong Kebyar Dewasa (2016), dan Parade Gamelan Semara Pegulingan (PKB 2019).

Bahkan, pada tahun 2025, yayasan ini sukses membawa nama Indonesia di kancah internasional melalui event bersama Kemenpora RI di Nusa Dua, Bali.

Seluruh perjalanan ini tidak lepas dari restu dan spiritualitas yang ditanamkan oleh Ketut Ardana, ayahanda dari Kadek Angga Wahyu Pradana sekaligus founder yayasan.

“Doa dan visi beliau menjadi kompas bagi yayasan untuk terus bergerak maju, menjadikan Wahyu Semara Shanti bukan hanya sekadar tempat belajar seni, tetapi rumah bagi pelestarian jati diri Buleleng yang membanggakan,” pungkasnya. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#penabuh gamelan #tari #pkb #buleleng